Rio Haryanto yang Tempel Ayat Kursi di Dasbor Mobil Butuh Bantuan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Rio Haryanto. foto : lingkarannews.com
Rio Haryanto. foto : lingkarannews.com

Rio Haryanto, pebalap tampan asal Indonesia yang berlaga di level GP2 yang diadakan di Malaysia beberapa waktu lalu sempat menghebohkan dunia maya karena beredar foto tentang dirinya yang memasang secarik kertas bertuliskan ayat kursi di kokpit mobil balapnya.

Dengan beredarnya foto tersebut membuat banyak orang membincangkan dirinya di dunia maya. Banyak ucapan kagum dan rio kebanjiran pujian atas tindakan tersebut.




Namun kini Rio Haryanto ternyata membutuhkan bantuan bagi dirinya. Rio yang selama ini selalu memabwa nama Indonesia di setiap laganya ternyata telah diterima di tim Manor Marussia untuk berlaga di ajang Formula 1.

Saat itu salah satu manajer tim Manor menawarkan pada pihak Rio untuk ikut tes di Abu Dhabi minggu lalu. Rio diberi mobil F1 bermesin Ferrari ketika melakukan tes sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Yang paling membanggakan adalah ketika usai melakukan tes sirkuit ternyata Rio mencatat waktu lebih cepat dari driver development Manor yang juga ikut melakukan tes, yaitu Jordan King. Waktu Rio adalah 1:49,593 detik sedangkan waktu Jordan adalah 1:49,661 detik.

Karena talenta yang dimiliki oleh Rio tersebut manajer tim Manor menginginkan Rio menandatangani kontrak kerja sama bersama mereka.




Namun sayangnya adalah, tim Manor memberikan syarat pada Rio untuk mendatangkan sponsor sebesar 15 juta euro yang membuat Rio kesulitan untuk melanjutkan dirinya berlaga di ajang Formula 1.

Sponsor Rio di level GP2 yaitu Pertamina telah memberikan komitmen untuk menggelontorkan dana sebesar 5 juta Euro sehingga tinggal 10 juta Euro lagi yang harus dicari Rio untuk terus melangkahkan kakinya dikancah dunia tersebut.

Nilai 10 juta euro adalah sama dengan Rp 150 miliar. Apabila emngharapkan bantuan dari pemerintah tentu harapan ini akan terlihat sulit dan tidak mudah. Walaupun pemerintah DKI Jakarta melalui DPRD berniat menyuntikkan dana sebesar Rp 90 miliar namun ada beberapa aspek perundangan yang melarang hal tersebut.

Gubernur Basuka Tjahja Purnama dalam wawancara November silam mengatakan bahwa setelah mengecek Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pemerintah tidak boleh mengeluarkan dana untuk pertandingan yang bersifat komersial. Sedangkan Formula 1 adalah pertandingan yang bersifat komersial.

Lalu, adakah di sini Sponsor yang bisa membantu Tunas Indonesia ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published.