Persidangan Setya Novanto Tertutup, Berikut Fakta-Fakta Dibalik Persidangan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





dakwatuna.com
dakwatuna.com

Jakarta, Jelasberita.com | Pada persidangan dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR, Setya Novanto yang digelar tertutup kemarin, memang sempat menimbulkan berbagai persepsi bahkan menimbulkan prasangka-prasangka bagi masyarakat. Banyak juga pengamat politik yang mengatakan bahwa persidangan ini sudah ada campur tangan beberapa elit politik yang membuat Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) seolah-olah membisu dan seakan-akan tak berdaya. Situasi ini dianggap sebagai aksi beberapa eli politik jorok yang dapat menghancurkan atau seperti melakukan harakiri politik.

Dalam persidangan yang tadinya dijadwalkan mulai pada pukul 09.00 wib ditunda hingga pukul 13.00, menghasilkan beberapa poin-poin penting, termasuk alasan dari Setya Novanto meminta kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) agar persidangan digelar secara tertutup. Ia juga memberikan bantahan terhadap tuduhan yang diberikan oleh Menteri ESDM, Soedirman Said.




Setya Novanto mengungkapkan bahwa rekaman yang diberikan oleh Soedirman Said dan Ma’roef Sjamsoedin adalah ilegal. Rekaman yang diberikan oleh Soedirman Said dan Ma’roef Sjamsoedin itu menurutnya tidak dapat dijadikan sebagai alat bukti karena dianggap diperoleh secara melawan hukum dan bertentangan dengan UU yang berlaku di Republik Indonesia. Menurutnya juga, bahwa Ma’roef Sjamsoedin adalah pegawai swasta perusahaan asing di Indonesia, bukan penegak hukum yang diberi kewenangan oleh Undang-undang untuk merekam atau menyadap pembicaraan pejabat negara atau warga negara Indonesia atau siapapun di bumi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.