Money Politik Di Binjai Semakin Terasa Menjelang Pilkada 2015

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





kahaba.net
kahaba.net

Binjai, Jelasberita.com | Pilkada serentak yang akan dilaksanakan tgl 9 desember 2015 tentunya akan menjadi pengharapan besar bagi masyarakat Indonesia, terutama daerah, untuk dapat melahirkan sosok pemimpin daerah yang lebih fresh dan pastinya lebih mewakili suara rakyat. Namun, ketika demokrasi ini mulai terlihat, semakin banyak juga kecurangan-kecurangan yang membuat kita gerah, bahkan tanpa disadari semakin memperlihatkan keburukan atau nilai-nilai yang negatif dari calon pemimpin tersebut. Salah satu bentuk kecurangan  adalah seperti politik uang atau sering disebut dengan istilah Money Politic

Meskipun sulit terbuktikan, tapi Money Politic ini mulai terasa di Kota Binjai. Isu tersebut datang silih berganti, bahkan kabarnya ada salah satu tim sukses dari salah satu Calon Pasangan Walikota dan Wakil Walikota Binjai tertangkap di Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota. Namun, ketika Panwaslih Kota Binjai, Andi Fachrozi dihubungi guna meminta keterangan akan hal tersebut, ia pun membantahnya. Menurutnya, tak ada peristiwa penangkapan tersebut, hanya saja pada senin (07/12/2015) malam, anggotanya menemukan seseorang yang yang sedang memfoto copy formulir C6 (Undangan memilih) didaerah Kecamatan Binjai Timur. Namun ketika hendak ditangkap oknum tersebut melarikan diri.




Ditempat terpisah ada juga modus money politic dengan membawa-bawa agama yang mereka sebut bai’at. Pernyataan tersebut ditulis dalam selembar kertas, yang bertuliskan bahwa yang bersangkutan bersedia menerima uang senilai Rp 75 ribu, dan dijanjikan akan ditambahi Rp 25 ribu menjelang hari pilkada. Sayangnya, ketiga pasang calon yang akan bertarung di pilkada belum bisa dimintai keterangan tentang dugaan money politic ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.