Ini yang Dilakukan Golkar Untuk Setya Novanto

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto : www.jokowinomics.com
foto : www.jokowinomics.com

Setelah kasus ‘Papa Minta Saham’ yang menjerat ketua DPR RI, Setya Novanto berbagai desakan datang dari banyak pihak agar beliau mundur dari jabatannya.

Namun desakan tersebut bukannya diterima malah dibantah menggunakan 12 halaman pembelaan dari pihak Novanto. Hal ini tentu mengundang banyak kritikan hingga anggota fraksi NasDem, Taufiqulhaqi menyebut Novanto sebagai orang keras kepala.




Taufiq mengatakan bahwa kasus yang menjerat Novanto ini sudah sangat jelas sekali pelanggaran etika setelah melewati sidang MKD di mana di sidang tersebut diputar rekaman sekitar 1,5 jam dan keterangan yang diberikan oleh Maroef Sjamsoeddin yang mengungkapkan bahwa terdapat persekongkolan jahat.

Lalu beredar kabar bahwa Golkar ternyata sudah menyaipak calon ketua DPR pengganti Novanto.

Pemikiran untuk menyiapkan pengganti bagi Novanto memang tak dipungkiri bila dilakukan oleh Golkar hal ini diaminkan oleh wakil ketua DPR hasil Munas Ancol, Priyo Budi Santoso. Desakan untuk menduru dari jabatan DPR juga datang dari Ketua umum Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono.

Jika benar Golkar telah menyiapkan calon, lalu siapa saja mereka?




Berbagai nama bisa menjadi kemungkinan seperti Ade Komarudin, Bambang Soesatyo, Agung Gumiwang, Zainudin Amali atau Aziz (Aziz Syamsudin) pernyataan ini ia berikan saat selesai menjadi pimpinan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia ketika menemui presiden Joko Widodo di istana presiden.

Tak hanya nama-nama tersebut namun beberapa tokoh-tokoh senior Golkar juga memiliki kredibilitas menggantikan posisi Setya Novanto. Tokoh-tokoh tersebut misalnya Fadel Muhammad, ia memiliki kredibiltas menjadi seseorang yang jika nanti terjadi apa-apa dapat menanggungjawabi jika benar nantinya Golkar memasrahkan dan mengikhlaskan posisi Novanto diduduki oleh salah satu calon mereka.

NasDem melalui Taufiq menyatakan tidak ada urusan dan tidak akan ikut campur  dengan siapa nanti yang akan menggantikan Novanto jika benar ternyata Novanto akhirnya mundur. Karena menurutnya yang menjadi permasalahn utama adalah menjaga martabat DPR RI dengan menurunkan Novanto sebagai ketua.

Siapapun nanti ketua DPR RI diharapkan dapat berlaku amanah dan tidak melakukan hal serupa dengan Novanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published.