Peluru Nyasar Polisi Tewaskan Bocah 10 Tahun Di Palembang

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





tribunnews.com
tribunnews.com

Palembang, Jelasberita.com | Rendi Anggara (10), tampaknya akan menambah daftar panjang korban tewas akibat peluru nyasar polisi di Indonesia. Bocah ini diketahui tertembak oleh peluru nyasar polisi ketika sedang bermain dengan temannya di depan rumah korban. Saat itu korban diketahui jatuh tersungkur ketanah dengan darah yang bercucuran keluar dari kepala nya, bersamaan dengan suara tembakan dari Polresta Palembang, yang memang diketahui sedang melakukan pengejaran terhadap bandar narkoba di Jl Segaran Lorong Tembusan Darat Gang Aida RT 11 RW 04 Kelurahan 13 Hilir.

Saat itu, keluarga korban , termasuk ayah korba, Romlan dan paman korban, Yanto yang rumahnya berada di bawah rumah korban berusaha menyelawatkan nyawa korban dengan langsung melarikannya ke Rumah Sakit. Namun, meski sempat dioperasi di RS Charitas, nyawa korban tidak dapat tertolong lagi, karena kondisi luka tembakan di kepala sebelah kiri korban yang cukup parah dan menyebabkan otak dari kepala korban berceceran. Namun, saat ini pihak Polres Palembang belum memberi keterangan apapun mengenai peristiwa ini, seperti yang dikatakan Kapolresta Palembang Kombes Pol Tjahyono yang saat itu berada di rumah sakit juga.




Berdasarkan keterangan beberapa saksi dilapangan, sebelum kejadian tersebut ada sekitar 5 anggota Polresta Palembang dari Satuan Narkoba sedang melakukan pengejaran terhadap bandar narkoba. Didalam pengejaran, petugas sempat mengeluarkan beberapa letusan tembakan. Mendengar suara letusan tersebut, semua warga berhamburan keluar dari rumahnya, namun Angga, demikian sapaan korban sedang berada didepan rumahnya bermain kelereng dengan teman sepermainannya.

Namun, saat itu anggota Polresta Palembang tidak melihat keberadaan Angga karena terhalang oleh seng yang menutupi samping rumahnya. Dan saat itulah terdengar lagi suara tembakan yang membuat keluarga Angga segera keluar dari dalam rumah. Ketika mereka keluar, Angga sudah dilihat tergeletak di tanah dengan berlumuran darah. Melihat Angga berlumuran darah, sontak keluarga pun berteriak kepada warga, dan ketika warga mencoba mengejar polisi, aparat pun langsung berhamburan melarikan diri.

Kejadian ini sangat memukul keluarga korban, terutama ayah dan ibu korban. Sempat beberapa kali ayah korban korban menangis histeris serta meminta untuk ditembak juga sembari memperlihatkan handuk biru yang berlumuran darah Angga ketika melaporkan kejadian tersebut ke Polda Sumsel. Sedangkan ibu korban, Yuni sempat beberapa kali terlihat pingsan ketika melaporkan kejadian tersebut mendampingi suaminya. Ia terlihat sangat syok melihat kejadian yang menimpa anaknya.

Saat ini, Angga telah dimakamkan di TPU Kandang Kawat Palembang dan nantinya setelah pemakaman pihak keluarga baru akan melapor ke SPKT Polda Sumsel.




 

Leave a Reply

Your email address will not be published.