“Mau Di Bawa Kemana” Persidangan Tertutup Ini

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





tribunnews.com
tribunnews.com

Jakarta, Jelasberita.com | “Mau dibawa kemana”, adalah sepotong penggalan syair lagu yang dipopulerkan oleh band Armada. Tampaknya hal serupa juga bisa kita nikmati dan resapi pada persidangan tertutup yang digelar oleh Majelis Kehormatan Dewan (MKD),dengan terduga Setya Novanto dalam kasus pelanggaran kode etik atau yang lebih booming dikenal sebagai skandal “Papa Minta Saham”. Menurut MKD sendiri, hal ini menjadi tertutup bagi masyarakat umum disebabkan karena terduga mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden dalam kasus ini.

Sebelumnya kita semua pasti mengetahui sidang yang digelar MKD secara terbuka dengan menghadirkan pelapor Menteri ESDM, Soedirman Said, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Ma’roef Sjamsoedin. Hal ini dinilai sangat baik dan fleksibel, terutama bagi masyarakat untuk mengetahui kebenaran kasus ini, walaupun juga antara Sudirman Said dan Ma’roef belum tentu dapat dikatakan benar dalam setiap tindakan mereka, semua hal masih dianggap memungkinkan dalam kasus “Papa Minta Saham” ini.




Tapi semuanya ini seakan mengubah pandangan publik ketika terduga, Setya Novanto meminta agar persidangan nya yang digelar hari Senin (07/12/2015) ini digelar secara tertutup dan disetujui oleh MKD juga. Tentunya ini akan mengubah pola pikir publik, dan akan timbul tanda tanya serta prasangka-prasangka sehingga sangat besar kemungkinan publik akan langsung dapat mengambil kesimpulan dari kasus ini. Apalagi akan terekam dengan jelas di memori masyarakat ketika sidang terakhir yang menghadirkan Sudirman dan Ma’roef, yang ketika itu, memperdengarkan suara rekaman pembicaraan antara Setya dengan Presiden PT freeport tersebut, terutama anatara pembicaraan Setya dengan Pengusaha Riza Chalid. Bukannya berprasangka buruk, tapi seakan itulah yang diperlihatkan oleh MKD dalam kasus “Papa Minta Saham” ini.

Tapi, lagi-lagi semuanya itu kembali kepada MKD sendiri sebagai pemegang kendali dalam kasus kode etik ini. Tentunya MKD pasti mempunyai hati nurani terhadap bangsa ini, semoga saja Kasus ini akan kembali jelas mengarahkan ke arah yang benar dan tentunya pada akhirnya akan dapat menjerat siapa pun oknum-oknum yang terlibat pada kasus ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.