Zhou Qunfei, Dari Bukan Siapa-Siapa Menjadi Orang yang Diperhitungkan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Zhou-Qunfei

Seorang wanita Cina menjadi wanita terkaya baik seluruh China maupun dunia dengan perolehan kekayaan atas usaha sendiri, bukan warisan.




Dia dijuluki “Touchscreen Queen“, dia adalah pendiri Lens Technology, salah satu pemasok terkemuka dunia dari kaca penutup ultra tipis yang sangat canggih dan digunakan di laptop, tablet dan perangkat mobil, termasuk di iPhone dan Samsung Galaxy.

Dia memiliki sebuah real estate seharga $27juta Hong Kong, dan dilaporkan memiliki kekayaan bersih $7,8 juta. Zhou baru menjadi OKB (orang kaya baru) mulai bulan Maret tahun ini, ketika perusahaannya pertama kali tercatat di pasar saham, dimana Zhou bangkit menonjol di pasar internasional. Dia masih mempertahankan profil sederhana, jarang memberikan wawancara atau membuat penampilan publik.

Lahir di sebuah desa pertanian miskin di provinsi Hunan di Cina tengah, Zhou memiliki pendidikan keras. Ibunya meninggal ketika dia berusia lima tahun, dan dia harus merawat ayahnya setelah sang ayah kehilangan penggunaan tangan dalam suatu kecelakaan.

Pada usia 16 ia pindah ke Shenzhen dan bekerja di sebuah pabrik di mana mereka memproduksi lensa jam tangan. Dia berhenti setelah hanya 3 bulan tetapi surat pengunduran dirinya mengesankan bosnya sehingga sang bos menawarkan padanya kenaikan jabatan pertama dari beberapa promosi jika ia tinggal.




Tiga tahun kemudian ia sukses mendirikan sebuah perusahaan saingan. Motorola menghubunginya pada tahun 2003, meminta Zhou mengembangkan layar kaca inovatif untuk ponsel mereka.

Zhou tidak kehilangan sentuhan etos kerjanya, keterampilan dan pengetahuan yang ia pelajari di tahun-tahun awal masa mudanya, juga dengan provinsi tempatnya dibesarkan.

Kantornya memiliki sebuah apartemen kecil yang menempel, sehingga dia bisa diada di tempat siang dan malam jika perlukan. Dan pada tahun 2007 memindahkan kantor pusat perusahaan ke Changsha di provinsi Hunan.

“Dia kadang-kadang akan duduk dan bekerja sebagai operator untuk melihat apakah ada sesuatu yang salah dengan proses ini,” kata James Zhao, seorang general manager di Lens Technology. “Itu akan menempatkan saya dalam posisi yang sangat canggung. Jika ada masalah, dia akan mengatakan, ‘Kenapa kau tidak melihat itu?’”

“Dalam bahasa Hunan, kita sebut wanita seperti dia ‘ba de man’, yang berarti orang yang berani untuk melakukan apa yang orang lain takut untuk lakukan,” kata sepupunya Zhou Xinyi.

Cina tak hanya memiliki paling banyak milyarder di dunia. Laporan China Daily juga memimpin secara global untuk pebisnis wanita, mengidentifikasi 49 wanita miliarder Cina atas usaha sendiri, dari total 73 di dunia. Delapan dari entri dalam Top10 orang adalah orang Cina.

Setelah membangun hartanya dari nol, Zhou menjadi simbol bagi wanita Cina lain yang melakukan hal yang sama, suatu hal yang jarang di dunia bisnis, yang umumnya dikuasai para pria.

Di Amerika Serikat dan Eropa, kebanyakan wanita yang milyarder mendapatkan kekayaan mereka melalui warisan.

 

Sumber : Hello-Pet

Leave a Reply

Your email address will not be published.