USAID PIORITAS Bantu 15 Pemda Analisis dan Rencanakan PKB Guru

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Medan, Jelasberita.com | USAID PRIORITAS melihat  peningkatan mutu pendidikan dimulai dari peningkatan kualitas guru. Karena itu, pelatihan guru sesuatu yang urgen. “Sayangnya, selama ini pemerintah kita jarang melatih guru-guru,” ujar Mutsyuhito Solin, Konsultan Pendidikan Nasional, dalam workshop Analisis dan Perencanaan PKB yang digelar USAID PRIORITAS di Hotel Grand Kanaya,  Jalan Darussalam, Medan, Senin (30/11).

Dan selama ini, sambung Mutsyuhito Solin, pelatihan guru yang diselenggarakan pemerintah belum berbasis data kemampuan guru. Meski beberapa tahun belakangan ini sudah ada uji kompetensi guru (UKG). Kini UKG bisa dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan untuk merancang pelatihan guru. Data UKG ini harus bisa dianalisis kebutuhan guru sehingga pelatihan yang akan diselenggarakan pemerintah kabupaten/kota harus berbasis data dan analisis kebutuhan. Dan data analisis ini menjadi pertimbangan menyusun rencana strategis peningkatan mutu pendidikan.







USAID PIORITAS

Selain itu, tegas Solin, dengan analisis data kebutuhan guru ini, pelatihan-pelatihan guru ke depannya tidak lagi digelar di hotel-hotel melainkan di desain di sekolah-sekolah, supaya begitu pelatihan berlangsung bisa dipraktikkan di kelas-kelas. Inti penting dari pelatihan kan adalah bisa diterapkan secara praktis, bukan teori apalagi ceramah.

Syaiful Sagala dari Dewan Pendidikan Sumut mengatakan, mestinya pemerintah bersyukur karena USAID PRIORITAS melibatkan 16 kabupaten/kota dalam workshop analisis dan perencanaan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) guru ini. Model-model analisis yang dikembangkan USAID PRIORITAS ini, sambungnya,  kreatif dan inovatif. Perwakilan dari 15 kabupaten/kota inilah yang kemudian akan menyosialisasikan model analisis dan perencanaan PKB ini di daerahnya.

Menurut Syaiful Sagala, analisis dan perencanaan yang dilatihkan USAID PRIORITAS ini sangat berguna bagi daerah dalam merancang program pelatihan yang bermutu. “Sebab selama ini ada anggaran untuk pelatihan namun pelatihan dibuat tidak berdasarkan data dan analisi kebutuhan guru, sehingga cenderung buang-buang energi, waktu dan dana,” ujar Akademisi Unimed ini.




Koordinator USAID PRIORITAS untuk Provinsi Sumut Agus Marwan mengatakan, ini adalah workshop kedua. Workshop pertama masih seputar sosialisasi program dan apa tujuan serta capaiannya. Namun di workshop kedua ini fokus terhadap praktik menganalisis dan merencanakan PKB. Tujuannya, membantu pemerintah kabupaten/kota dalam menganalisis dan merencanakan PKB di daerah. Kedua, membantu pemkab dalam menghitung biaya satuan sebuah pelatihan peningkatan mutu guru dan menghitung potensi dana yang bisa digunakan untuk pengembangan keprofesian guru secara berkelanjutan. “Harapan kita, pemerintah daerah mampu menghasilkan renstra  PKB berdasarkan kebutuhan daerah itu masing-masing,” terangnya.

T. Sony Bijahrin, ST Kasubbag Program Dinas Pendidikan Labuhan Batu mengaku sangat terbantu dalam menganalisis kebutuhan guru di daerah. Melalui simulasi analisis di worksop 2 ini, kini ia makin paham bagaimana menghubungkan data sekolah, data guru dan data gugus/rayon. “Sekarang kita punya data ril. Dan saya jadi bisa menganalisa berapa orang guru yang sudah dan berapa yang harus dilatih, juga saya jadi bisa menghitung berapa anggaran untuk merancang sebuah pelatihan guru,” pungkasnya. (Dewa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.