MKD Dari FPD Pilih Voting Tertutup Untuk Penetapan Sidang Setya Novanto

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





setya-novanto
Setya Novanto Ketua DPR RI

Polemik kasus yang melibatkan politikus partai golkar Setya Novanto saat ini sangat panas untuk diperbincangkan baik di media massa,maupun di masyarakat umum.

Hal ini tak lain karena Setya diduga melakukan lobi perpanjangan kontrak PT. Freeport secara pribadi ,dan dengan meminta ‘imbalan’ saham, apalagi melibatkan nama Jokowi dan Yusuf Kalla dalam kasusnya. Kasus Setya Novanto kini tengah menanti nasibnya yang akan diputuskan Mahkamah Kehormatan dewan.




Mekanisme voting kemungkinan menjadi jalan keluar darideadlock Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait kasus Ketua DPR Setya Novanto. Jika hal itu terjadi, maka anggota MKD dari Fraksi Partai Demokrat menjadi penentu keputusan apakah sidang akan dilanjutkan atau tidak.

“Karena ini rapat intern ya disepakati tertutup, tentu (voting) juga tertutup,” ujar anggota MKD dari FPD Darizal Basir kepada detikcom, Senin malam (30/11/2015).

Rapat internal MKD rencananya akan dilakukan pada pukul 13.00 WIB nanti. Darizal meyakini voting akan dilakukan karena pada rapat sebelumnya tak mengeluarkan keputusan.

“Bila tadi tidak ada kesepakatan atas rencana sidang, ya mungkin akan terjadi voting,” kata Darizal.




Anggota dari FPD bakal menjadi penentu keputusan MKD lantaran komposisi antara fraksi pendukung pemerintah dengan KMP hanya berselisih satu saja. Pendukung pemerintah yang mendorong sidang Novanto dilakukan ada sebanyak 8 orang, sementara KMP yang menghendaki kebalikannya berjumlah 7 orang.

Total anggota MKD yakni 17 orang sehingga menyisakan 2 orang untuk anggota dari FPD yang netral. Kini tinggal menunggu komitmen FPD apakah akan mendorong Novanto untuk disidang, atau kah memilih agar kasus ini menguap begitu saja.

Melalui Change.org netizen melayangkan petisi berisi desakan bagi Netizen melayangkan desakan tersebut melalui petisi pada change.org. Baru sehari dilayangkan, pada Senin (23/11/2015) sebanyak 17.805 menandatangani petisi yang mendorong sidang MKD dilakukan terbuka.

Tak hanya melalui petisi di dunia maya saja, sederet tokoh nasional juga menyuarakan hal tersebut. Termasuk Wakil Ketua MKD Junimart Girsang yang menginginkan sidang dilakukan terbuka.

Permintaan agar Novianto untuk mengakui bahwa rekaman suara tersebut memang suara miliknya datang dari Poros Muda Partai Golkar. Selain itu penjelasan tentang ketebelece Pertamina harus diberikan secara gamblang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.