FKGS Sebut Banyak Diskriminasi Pada Guru

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




FKGS Sebut Banyak Diskriminasi Pada Guru




Medan, Jelasberita.com | Pengurus Forum Komunikasi Guru Sumatera Utara (FKGS) mendatangi posko pasangan Calon Wali Kota Medan, Ramadhan Pohan, Senin (30/11).




Maksud kedatangan guru-guru tersebut untuk memberikan dukungan dan berdialog dengan Ramadhan Pohan. Menurut mereka, Ramadhan Pohan bisa memberikan perubahan untuk dunia pendidikan di Medan sehingga tidak ada lagi Diskriminasi Pada Guru.

Ketua FKGS, Marudut Siringo-ringo, mengatakan selama ini guru di Medan didiskriminasi dengan kebijakan Pemerintah yang memberatkan profesi guru.

Dia juga mengatakan, selama ini pemerintah tidak membuat fit and proper test untuk memilih siapa pejabat berkualitas yang tepat untuk mengisi jabatan di Pemko Medan.




“Harus ada fit and proper test bagi Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah. Selama ini tidak ada tes kelayakan. Semua yang memilih pemimpin. Ya mana yang punya uang yang bisa mendapat jabatan,” ungkap Marudut didampingi Sekretaris FKGS, Abdi Muskarya.

Dia juga meminta kepada Ramadhan agar nanti Pemko Medan saat penerimaan murid baru harus berdasarkan Nilai Ebtanas Murni (NEM).

“Penerimaan murid baru harus berdasarkan NEM. Jangan lagi pakai ujian seleksi masuk sekolah Negeri. Kalau masih menggunakan ujian seleksi, disitu lah peluang ada korupsi. Itu bisa jadi modus,” ujarnya.

Marudut juga berharap pemerintah jangan lagi mendiskriminasi profesi guru di Medan. Menurutnya, guru juga butuh perhatian dari pemerintah.

“Pemerintah harus meningkatkan kesejateraan Guru Negeri dan Swasta. Jangan lagi ada diskriminasi. Dana sertifikasi saja hingga sekarang belum keluar. Harusnya keluar dana sertifikasi selama tiga bulan sekali, tapi di Medan sertifikasi keluar enam bulan sekali. Sedangkan tunjangan gaji untuk guru negeri harus sama dengan pegawai negeri lainnya,” ujar Marudut.

Sementara, Abdi Muskarya mengatakan atas banyaknya permasalahan pendidikan di Medan, FKGS berharap Ramadhan bisa membawa perubahan pendidikan di Medan.

“Untuk mengurus administrasi guru di Medan ini aja harus bayar. Kami kesini datang untuk memberi dukungan agar pak Ramadhan bisa membuat perubahan pendidikan di Medan. Kami percayakan nasib guru ke pak Ramadhan,” pungkas Abdi.

Di tempat yang sama, Calon Wali Kota Medan, Ramadhan mengatakan akan membuat lelang jabatan untuk mengisi jabatan kepala dinas dan jabatan lainnya di kota Medan.

“Kita akan buat lelang jabatan, tanpa mahar satu rupiah pun. Di lelang jabatan, akan ada fit and proper test yang menentukan kualitas orang yang akan menduduki posisi di Pemko Medan. Kalau pejabatnya jujur dan bersih, saya yakin tidak ada lagi pelanggaran,” tegasnya.

Dia juga mengatakan akan memperjuangkan nasib guru di Medan. Sehingga guru bisa mendidik siswa dengan nyaman tanpa harus ada beban berat.

“Kita harus menghormati guru. Kita sampai guru didiskriminasi. Tingkat kesejahteraan guru juga harus ditingkatkan agar mereka nyaman dalam memberikan pendidikan ke siswa,” pungkas Ramadhan. (Dewa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.