Jejak Kontroversi Politik Bisnis Setya Novanto

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




 

beritagar.id
beritagar.id

Jakarta,jelasberita.com | Polemik kasus yang melibatkan politikus partai golkar Setya Novanto saat ini sangat panas untuk diperbincangkan baik di media massa,maupun di masyarakat umum. Hal ini tak lain karena Setya diduga melakukan lobi perpanjangan kontrak PT. Freeport secara pribadi ,dan dengan meminta ‘imbalan’ saham,apalagi melibatkan nama Jokowi dan Yusuf Kalla dalam kasusnya. Kasus Setya Novanto kini tengah menanti nasibnya yang akan diputuskan Mahkamah Kehormatan dewan.  Tapi tahukah anda kalau ternyata Setya Novanto bukan hanya satu atau dua kali saja tersandung kasus hukum selama karirnya di kancah dunia politik,bahkan Beliau sudah sangat sering harus mondar mandir ke KPK. Berikut kilas balik jejak-jejak kontroversi Setya Novanto.




  1. Kasus penyelundupan beras dari vietnam sebanyak 60 ribu ton. Ia diduga melakukan bersama rekannya di golkar, Idrus Marhana, yang dengan sengaja memindahkan 60 ribu ton beras yang diimpor Inkud dan menyebabkan kerugian negara Rp 122,5 miliar. Keduanya dilaporkan pada Februari – Desember 2003, namun Setya hanya diperiksa Kejaksaan Agung pada 27 Juli 2006
  2. Kasus penyelundupan limbah beracun (B-3) dipulau Galang, Batam. Ia disebut sebut berperan sebagai negosiator dengan eksportir limbah di Singapura.
  3. Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP . Setya disebut sebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) dikementrian dalam negeri. Saat itu mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menyebut Setya dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum bertindak sebagai pengendali proyek e-ktp. Dalam kasus tersebut Nazaruddin menuding Setya membagi-bagi Fee proyek e-ktp ke sejumlah anggota DPR. Ia dituduh meminta Fee 10 persen kepada PT. Sandipala Arthapura yang merupakan anggota Konsorsih Percetakan Negara Republik Indonesia yang memenangi tender proyek e-ktp. Namun ketika ditanya hal tersebut lagi-lagi Setya membantahnya.
  4. Tersandung Kasus Bank Bali, PT Era Giat Prima, perkongsiannya dengan Djoko S. Tjanndra pemilik Mulia Group menjadi juru tagih Cessie Bank Bali diempat bank yang dilikuidasi pemerintah. Dari piutang Rp 904 miliar, Setya mendapat Rp 546 miliar, yang diduga mengalir kekas Partai Golkar, walaupun sangat terlihat jelas merugikan negara, namun entah kenapa kasus ini dihentikan Kejaksaan Agung.
  5. Kasus dugaan suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Ia pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap, gratifikasi, dan pencucian uang terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah yang bergulir di Mahkamah Konstitusi. Kasus itu menjerat mantan Ketua Mahakamah Konstitusi Akil Mochtar yang juga mantan Politikus Partai Golkar. Hal ini terungkap dengan adanya pesan Blackberry Messanger (BBM) antara Akil dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Timur sekaligus Ketua Bidang Penanganan Pemilu Jawa Timur Zainuddin Anali.
  6. Pernah diperiksa perkara suap terkait pembangunan lanjutan venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII . Tersangkanya dalam kasus itu adalah bekas Gubernur Riau Rusli Zainal. Penyidik KPK bahkan pernah menggeledah ruang kerja Setya pada 19 Maret 2013.



Leave a Reply

Your email address will not be published.