Ini Kasus Candaan BOM yang Sedang Ditangani Kemenhub

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Ilustrasi bom.
Ilustrasi bom.

Kemarin terjadi insiden seorang pilot maskapai Batik Air menolak mengangkut seorang penumpang yang mengatakan barang yang ia bawa adalah bom. Pilot lalu menurunkan penumpang tersebut dan menolak untuk mengangkutnya bersama penumpang lain dengan alasan keamanan.

Rupanya, akhir-akhir ini makin kerap insiden penumpang yang bercanda membawa bom di atas pesawat. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah menangani 5 kasus.




“Berkaitan dengan candaan atau gurauan bom, saat ini tengah ditangani 5 kasus oleh PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil-red) Penerbangan Sipil,” demikian jelas Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata dalam keterangan tertulis yang ia berikan pada media.

Kelima kasus itu yakni:

1. Batik Air ID 6870 Rute CGK-PLM (Cengkareng-Palembang) registrasi PK-LBV tersangka “IRY” (29 April 2015)
2. Lion Air JT353 Rute PDG-CGK (Padang-Cengkareng) registrasi PK-LGL tersangka “NA” (1 Mei 2015);
3. Lion Air JT973 Rute BTH-KNO (Batam Hang Nadim-Kuala Namu Medan) registrasi PK-LGM Tersangka “SMS”  (4 MEI 2015);
4. Lion Air JT379 Rute BTH-KNO registrasi PK-LFW tersangka “Srt” (7 Mei 2015);
5. Lion Air JT330 Rute CGK-PLM registrasi PK-LGT tersangka “BP” (13 Mei 2015).

“Candaan atau gurauan dengan mengaku membawa bom selama berada di bandara dan saat di atas pesawat udara akan ditindaklanjuti secara serius,” tegas Barata.




Siapa saja yang melakukan candaan telah membawa bom maka ha tersebut merupakan tindakan pidana dan pihak maskapai berhak menolak siapa saja yang melakukannya untuk tidak berada bersama mereka, sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, yakni Pasal 344 yang berbunyi:

Setiap orang dilarang melakukan tindakan melawan hukum (acts of unlawful interference) yang membahayakan keselamatan penerbangan dan angkutan udara berupa:
a. menguasai secara tidak sah pesawat udara yang sedang terbang atau yang sedang di darat;  
b. menyandera orang di dalam pesawat udara atau di bandar udara;  
c. masuk ke dalam pesawat udara, daerah keamanan terbatas bandar udara, atau wilayah fasilitas aeronautika secara tidak sah;  
d. membawa senjata, barang dan peralatan berbahaya, atau bom ke dalam pesawat udara atau bandar udara tanpa izin; dan  
e. menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan.

jika tetap melakukan hal demikian maka akan mendapatkan sanksi, termaktub dalam Pasal 437, yang berbunyi:

(1) Setiap orang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 344 huruf e dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun.  
  
(2) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan kecelakaan atau kerugian harta benda, dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun.  
  
(3) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan matinya orang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.  

untuk itu dihimbau pada masyarakat agar tidak melakukan candaan mengenai bom dan sebagainya karena hal tersebut merupakan tindak pidana dan orang yang melakukannya walau hanya bercanda akan dikenakan sanksi penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.