Ini Istilah-Istilah kandungan Non Halal di Berbagai Jenis Kemasan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Gerai khusus bahan makanan non halal di sebuah supermarket.
Gerai khusus bahan makanan non halal di sebuah supermarket.

Beberapa waktu lalu tersebar kabar sebuah restoran ditemukan bumbu masakan yang mengandung bahan makanan yang mengandung daging babi atau bahan tidak halal. Tetunya hal ini menjadi kekhawatiran sendiri umat muslim dalam mengkonsumsi sebuah makanan di tempat umum.

Untuk itu, sebagai seseorang yang awas terhadap apa yang dimakannya terkait halal atau tidak maka kita dituntut agar lebih teliti dalam memilih bahan makanan yang akan kita gunakan dan kita konsumsi ke depannya. Maka perhatikan beberapa istilah di bawah ini yang mencantumkan bahan tidak halal dalam proses maupun kandungan di dalamnya.




PIC

Istilah umum untuk seekor babi atau sebenarnya babi muda, berat kurang dari 50 kg

PORK

Istilah yang digunakan untuk daging babi di dalam masakan.

SWINE

Istilah yang digunakan untuk keseluruhan kelompok spesies babi.

HOG

Istilah untuk babi dewasa, berat melebihi 50 kg.




BOAR

Babi liar/celeng/babi hutan

LARD

Lemak babi yang digunakan untuk membuat minyak goreng dan sabun.

BACON

Daging hewan yang disalai, termasuk/terutama babi.

HAM

Daging pada bagian paha babi.

SOW

Istilah untuk babi betina dewasa (jarang digunakan).

SOW MILK

Susu babi

PORCINE

Istilah yang digunakan untuk sesuatu yang berkaitan atau berasal dari babi. Porcine sering digunakan di dalam pengobatan/medis untuk menyatakan sumber yang berasal dari babi.

Di tengah-tengah masyarakat juga dikenal istilah-istilah lain yang mengacu pada babi, misalnya charsiu, cu nyuk, mu, chasu, yakibuta, nibuta, B2, dan lain-lain.

Sebaiknya sebelum kita mengkonsumsi sebuah makanan di sebuah tempat hendaknya kita lebih waspada dan lebih teliti. Tidak mengapa jika kita bertanya lebih dalam ke pada pihat restoran mengenai kehalalan masakan mereka karena mereka memang memiliki kewajiban untuk menginformasikan tentang restoran mereka.

Jika ternyata anda tidak lebih teliti dalam mengkroscek sebuah tempat makanan dan terkesan ‘asal masuk saja’ maka anda tidak berhak marah ketika salah satu pegawai restoran melarang anda untuk berada di tempat mereka.

Jadi ayo kota lebih teliti dalam mengkonsumsi sebuah makanan, tetaplah mengkonsumsi yang halal agar apa yang dicerna dalam tubuh dapat menjadi berkah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.