Fresh Graduate! Ini Saran Mencari Kerja Buatmu

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




happy-workers

Sebagai mahasiswa yang baru saja menamatkan pendidikan sudah sewajarnya akan sibuk ke sana kemari mencari lowongan kerja sesuai dengan bidang yang kamu tekuni selama ini. Namun selama satu sampai dua tahun setelah lulus itulah waktu krusial untuk perkembangan karirmu.




Selayaknya kita, dalam waktu itulah kita akan belajar menyerap sebanyak mungkin pengalaman dan ilmu. Ini saran-saran dari Ibu Eileen Rachman dari perusahaan SCG, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang semen dan bahan bagunan, buat kamu para generasi muda.

Jangan Malu untuk belajar sesuatu yang baru

Sebagai pekerja muda, sudah seharusnya untuk belajar, belajar untuk mengembangkan diri sebanyak-banyaknya, dan langkah untuk cepat mempelajari sesuatu adalah keluar dari zona nyamanmu selama ini. Jika selama ini kamu hanya menguasai satu skilltertentu, jangan menolak permintaan atasan untuk mempelajari skill lain yang akan berguna buatmu. Tiap anak muda punya zona nyaman. Jangan biarkan zona nyaman itu menghalangimu berkembang.

Knowledge worker, kenapa enggak?

Jadikan dirimu seorang knowledge worker karena orang yang memiliki skill ini adalah seseorang yang tak bisa digantikan oleh sebuah perusahaan makanya segera kembangkan dirimu menjadi knowledge worker yang otak, strategi dan inovasinya dihargai ini.

Pelajari gaya berkomunikasi dengan teman kerja

Perlu kamu ketahui bahwa ada empat jenis gaya komunikasi di tempat kerja : controller, promoter, supporter, dan analyzer dan masing-masing gaya komunikasi memiliki cirri khasnya sendiri.




Mereka para controller lebih suka berbicara to the point —basa-basi malah akan membuat mereka kesal. Yang penting bagi para controller adalah setiap tugas bisa terselesaikan dengan baik. Para promoter justru sebaliknya: mereka tertarik membicarakan hal-hal pribadi dan mengambil pendekatan personal pada rekan-rekan satu timnya. Kalau kamu termasuk yang bergaya komunikasi supporter, kamu akan mengambil tempat di “belakang layar” supaya atasan atau rekan satu timmu semakin “bersinar”. Sementara para analyzer sangat nyaman berdiskusi memakai patokan data, diagram, dan tabel.

Nah coba deh bangun terus karaktermu agar kamu mengetahui kamu tipe gaya komunikasi yang mana.

Jadilah orang yang SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Timely)

Jangan sembarangan menentukan tujuan masa depan. Anagram SMART bisa membantumu menentukan tujuan yang memang tepat. Tujuan yang tepat haruslah spesifik;measurable (bisa diukur dengan patokan keberhasilan yang jelas) attainable (bisa dicapai seiring perkembangan kemampuan pribadimu); realistic (tidak mengada-ada dan asal keren saja); serta timely (punya target waktu tertentu). Nah, apakah tujuanmu sekarang sudah SMART?

Bangun citra dirimu sebaik mungkin

Hal pertama yang akan orang ingat tentangmu adalah citra diri. Karena itu, penting untuk membentuk personal branding-mu sendiri sejak saat ini. Mudah saja kok caranya: jika kamu ingin dikenal sebagai orang yang berkepala dingin, misalnya, jangan pernah pasang status atau update marah-marah di sosial media. Intinya, tentukan kamu ingin dikenal sebagai orang yang seperti apa, kemudian jagalah sikapmu – online maupun offline – supaya selalu selaras dengan citra dirimu itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.