Tersangka Pemerkosaan di Jembatan Penyeberangan Orang Lebak Bulus Tewas Tertembak Polisi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Solopos.com




Solopos.com

 

Jakarta, Jelasberita.com | Tidak begitu lama untuk aparat polisi mengungkap pelaku pemerkosaan serta perampokan yang terjadi pada seorang wanita berumur 19 tahun di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) pada sabtu (21/11/2015) sore. Setelah mengumpulkan beberapa bukti dan keterangan dari korban, polisi pun langsung melakukan penyergapan pada jumat (27/11/2015). Namun sayangnya pada saat dilakukan penyergapan di Jl. Wijaya Jakarta Selatan, tersangka berusaha melarikan diri dari petugas, sehingga Aparat polda Metro Jaya terpaksa menembak si pelaku hingga tewas ditempat,hal ini sesuai dengan keterangan dari Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya  Kombes Pol. Krishna Murti di Jakarta.
Pelaku Pemerkosaan di Jembatan Penyeberangan Orang di Lebak Bulus tersebut diketahui berinisial “ITH”. Tersangka diketahui kerap terlibat tindak pidana penganiayaan ,namun dalam setiap aksinya korban berhasil melenggang bebas diluar sana karena kebanyakan korban tidak ada yang melaporkan tindak penganiayaan tersebut,hanya sebagian kecil saja yang melaporkannya. Pelaku “ITH” terakhir tercatat sebagai residivis atau mantan narapidana kasus penaniayaan dan perampasan telepon seluler,bahkan pelaku juga baru saja selesai menjalani hukuman pada November 2014 setelah divonis bersalah terlibat penganiayaan dan perampasan telepon seluler. “Terakhir kasusnya ditangani Polres Metro Jakarta Selatan,”tutur Krishna Murti.
Pelaku “ITH” yang melarikan diri dan melawan saat petugas meringkusnya sehingga polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembak tersangka hingga tewas , namun saat ini jasad tersangka berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur guna menjalani autopsi.
Sebelumnya seorang karyawati berumur !9 tahun menjadi korban pemerkosaan pada saat dirinya melewati Jembatan Penyeberangan Orang pada sabtu malam (21/11/2015). Saat itu korban baru saja pulang kerja ,dan pada saat melintasi jembatan penyeberangan tersebut korban disergap oleh pelaku dan terjadilah pemerkosaan tersebut,bahkan setelah selesai memperkosa si pelaku juga mengambil telepon seluler serta uang sebesar Rp 200.000. Terakhir diketahui di sepanjang  lorong jembatan penyeberangan  tersebut kondisinya  jauh dari keramaian ditambah lagi tidak adanya pencahayaan sama sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published.