Maha Sukar Satu-satunya Polwan Berhijab di Victoria

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




maha-sukar

Seperti yang kita ketahui bahwa Islamophobia telah menyebar ke negara bagian Eropa, Amerika dan wilayah-wilayah lain termasuk Australia. Tak jarang di sana-sini terjadi diskriminasi terhadap orang-orang muslim ketika mereka keluar ke publik.




Wanita-wanita yang menggunakan hijab menjadi ketakutan karena harus siap menghadapi berbagai tanggapan dan kekerasan ayng sering dilakukan oleh orang-orang yang Islamophobia tersebut. Namun berbeda dengan Maha Sukar, seorang polisi wanita dari Victoria, Australia.

Maha Sukar adalah polisi wanita (polwan)yang mengenakan hijab dan ia berpangkat Senior Costable di Kepolisian Victoria. Tugasnya di kepolisian adalah sebagai petugas multikultural, bekerja dengan komunitas multikultural di sini dan membantu warga si sini mengerti tentang tugas polisi.

Maha Sukar memiliki nada suara yang bersemangat dan ramah, Maha adalah orang yang antusias dan ia tertawa saat detikcom menghampiri dirinya dan mengartikan namanya ke dalam bahasa Indonesia yaitu “Maha Sulit” alias kesusahan yang sangat.

Sebagai perempuan muslim berhijab dan bertugas di aparatur negara ia tampak sangat senang dan tanpa beban saat menjalankan tugas-tugasnya di kepolisian.




Ia mengungkapkan bahwa muslim di Australia memang minoritas, menggunakan hijab di sini mencerminkan keyakinannya dan komunitas Islam. Dalam komunitas, ia harus meyakinkan komunitas Islam di sini untuk bekerja sama dengan polisi.

Lalu ia menceritakan kegiatannya sehari-hari di kepolisian sebagai polwan berhijab.

​”Dimulai pada pagi hari, biasanya saya cek e-mail dan mencari tahu apa saja yang terjadi. Bila ada sesuatu yang terjadi, saya follow up, saya menghubungi orang, mengunjungi masjid dan komunitas muslim, mengundang ke akademi kepolisian dan mengenalkan mengenai tugas-tugas kepolisian,” ungkapnya.

Ia juga sering terlibat dalam kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ia juga bertugas untuk membina masyarakat agar masalah KDRT tidak lagi terjadi.

Ia juga merasa bahagia ketika ia bisa membantu orang lain, dan membuat para warga mengerti tentang tugas-tugas kepolisian, dan memberi pengertian bahwa komunitas migran itu bagian dari budaya ini. Ia akan sangat merasa sedih ketika melihat trauma dan melihat warga menjadi korban.

Sehari-hari, Maha bertugas di Kepolisian Wilayah Selatan, tepatnya di Dandenong. “Sebagai polisi kami tidak seharusnya ‘menakutkan’. Itu satu hal, kami tak seharusnya ‘menakutkan’,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.