KPU Sibolga Belum Sosialisasi Pemilu ke Difable

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




pilkada

Sibolga, Jelasberita.com







Menjelang Pilkada serentak 9 Desember, KPU Sibolga harus meningkatkan sosialisasi kepada kelompok-kelompok pemilih khususnya kaum difable atau disabilitas. Hal ini terkait dengan upaya KPU untuk meningkatkan angka partisipasi politik dan menekan angka golput.

Kelompok-kelompok pemilih dalam masyarakat meliputi pemilih pemula, kelompok perempuan, kelompok agama, kelompok difable dan kelompok marjinal lainnya.

KPU Sibolga, Divisi Sosialisasi Aswin Caniago, Jumat (27/11), mengatakan sosialisasi kepada para pemilih masih terus dilakukan. Tujuannya meningkatkan partisipasi masyarakat dan menekan angka golput. “Bentuk-bentuk sosialisasi yang kami lakukan adalah menginstruksikan PPK dan PPS untuk menghayo-hayokan pemilu di lingkup kelurahannya, mengajak masyarakat datang ke TPS pada 9 Desember nanti” terangnya

Ditanya soal kegiatan sosialisasi yang menyasar kelompok perempuan, agama dan disabilitas, ia menjelaskan ke depannya pihak KPU akan mengirimkan surat kepada kelompok-kelompok tersebut yang isinya imbauan datang berpartisipasi dalam Pemilu nanti.




Perihal sosialisasi kepada kaum Difable, Aswin mengaku belum memiliki data jumlah pemilih difable secara akurat dan belum sosialisasi. Dari data yang berhasil dihimpun dari situs resmi KPU RI tercatat 106 jiwa DPT difable.  Mereka tersebar di empat kecamatan yakni kecamatan Sibolga Selatan, kecamatan Sibolga Kota, kecamatan Sibolga Sambas dan Kecamatan Sibolga utara.

Pemilih dari kelompok disabilitas memiliki keterbatasan dan kebutuhan yang berbeda dari pemilih pada umumnya. Minimnya akses informasi dan rendahnya mobilitas kelompok ini, KPU perlu secara serius dan intensif memberikan sosialisasi.

 BV. Rosdieri Sibarani Ketua Kelompok Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Hefata Sibolga-Tapteng. mengatakan, ia dan pengurus lainnya selalu mengingatkan para keluarga difable di Sibolga agar ikut berpatispasi dalam menentukan masa depan Sibolga.

Terkait sosialisasi dari pihak KPU, Rosdieri mengaku RBM tidak pernah mendapatkan kunjungan sosialisasi dari penyelenggara pemilu. “Para saudara difable di RBM ini belum pernah mendapatkan sosialisasi pemilu dari pihak KPU, akan tetapi mungkin saja para saudara difable ini sudah mendapat sosialisasi dari PPK dan PPS masing-masing. Karena RBM bukan panti, ini hanya ruang berkarya dan mengaktualisasikan diri bagi para difable,” jelasnya

Lebih lanjut ia mengutarakan harapannya terhadap penyelenggara pemilu agar datang memberikan sosialisasi politik dan sosialisasi pemilu kepada para difable di Sibolga.

“ Hari pencoblosan yang tinggal 13 hari, kami berharap KPU melakukan sosialisasi agar semua hak pilik dan hak politik warga Sibolga tanpa terkecuali bisa terakomodir dengan baik. Demi terselenggaranya Pilkada damai dan lancar,” harapnya (Anty)

Leave a Reply

Your email address will not be published.