UKG 2015 Perlukah??

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Oleh : Juni Lismarina Siregar

Bulan november 2015 ini pemerintah melakukan UKG atau Uji Kompetensi Guru pada semua guru baik guru Negeri maupun guru swasta. Tujuannya adalah untuk melakukan pemetaan dan kedepan dimungkinkan untuk mengukur hasil kinerja guru berdasarkan nilai UKG. Sekilas memang terlihat tujuan dari kebijakan ini baik, namun pertanyaannya perlukah menilai kompetensi guru dengan rutin melakukan UKG.




Ada guru berpendapat perlu juga untuk mengukur kemampuan diri dan sejauhmana kita menguasai materi. Kalangan guru yang berstatus pegawai negeri sipil ada yang berpendapat mengapa hanya guru yang di test melalui UKG? Kenapa rekan-rekan yang struktural tidak di uji juga untuk melihat juga kompetensinya di bidang masing-masing? Ada juga yang berpendapat mengapa guru di test bukankah profesinya guru? Mengapa di test seolah diperlakukan seperti siswa?

UKG 2015

Dalam setiap kebijakan pro dan kontra memang selalu ada. Nyatanya selama pelaksanaan UKG kemarin ada rekan guru yang puas dengan hasilnya namun banyak juga yang kecewa. Kecewa bukan karena nilai yang terlihat di layar monitor pada saat test selesai tetapi kecewa karena soal yang diujikan banyak juga yang tidak sesuai dengan materi yang diajarkan. Contohnya soal sejarah untuk tingkat SMK. Padahal selama ini di lapangan guru sejarah di SMK yang kebanyakan masih memakai kurikulum 2006 mengajarkan IPS yang terdiri dari pelajaran sosiologi, sejarah dan ekonomi, seperti IPS terpadu untuk tingkat SMP. Tetapi pada saat UKG di test dengan pelajaran murni sejarah dimana materi  sejarah yang di testpun tidak sesuai dengan materi yang diajarkan.

Pelajaran sejarah di SMK yg isi materi setara dengan tingkat SMA itu adalah bagian dari kurikulum 2013 yang menghapus pelajaran IPS dengan Sejarah sedangkan acuan soal UKG November 2015 ini bermuara pada Kurikulum 2013 yang notabene belum dilakukan di semua sekolah. Bagaimanapun kiranya pemerintah lebih arif dan bijaksana dalam setiap kebijakan yang di ambil khususnya untuk para guru di republik ini karena guru mengajari siswa dengan segala keunikan karakter dan sifat dan  latarbelakang yang sangat beragam. Kembali pada pertanyaan awal perlukah UKG 2015 dan tahun-tahun berikutnya dilakukan? Jika menjadikan hasil UKG menjadi salah satu acuan kinerja guru rasanya sangat tidak etis mengingat banyaknya dan beratnya beban moril dan urusan administrasi yang harus di kerjakan guru setiap tahun. Salam Pendidikan.




Leave a Reply

Your email address will not be published.