Ramadhan : Wali Kota Harus Bisa Jadi Juru Kampanye Perlindungan Anak-Anak dan Perempuan Dalam Anti Kekerasan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Medan, Jelasberita.com | Wali Kota Medan harus bisa menjadi Juru Kampanye terhadap perlindungan anak-anak dan perempuan dalam anti kekerasan. Hal itu ditegaskan Calon Wali Kota Medan nomor urut 2 Drs Ramadhan Pohan MIS saat menghadiri undangan berdialog dengan sejumlah aktivis perempuan dalam peringatan hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang dilaksanakan oleh kelompok aktivis perempuan Sumut dan Perkumpulan Sada Ahmo (Persada) di Champion Kafe di Jalan dr Mansyur Medan, Kamis (26/11).

Menurut Ramadhan dihadapan puluhan para aktivis dari kalangan ibu rumah tangga, mahasiswi, penggiat sosial yang hadir, Wali Kota harus bisa memberikan rasa nyaman terhadap warganya khususnya kaum perempuan dari aksi kekerasan. Selain itu, dalam kesetaraan gender, perempuan harus mendapatkan tempat sama halnya dengan kaum pria di jabatan pemerintah bila memang layak secara profesional kerja.







Ramadhan  Wali Kota Harus Bisa Jadi Juru Kampanye Perlindungan Anak-Anak dan Perempuan Dalam Anti Kekerasan

“Di pemerintahan kami kelak, kaum perempuan akan mendapat posisi sesuai dengan kemampuan dan kapabilitasnya bila memang layak. Dari posisi Sekda hingga kapling, tanpa melihat jenis kelamin, suku, agama dan latar belakang, kaum perempuan sudah sepantasnya sejajar,” ucapnya menyamakan seperti negara maju yang pernah ia kunjungi yang sangat mengedepankan hak-hak politik perempuan.

Saat ini ia merasakan masih kurangnya pemberdayaan perempuan dalam mewarnai pembangunan di Kota Medan.

“Dan kedepan saya akan lebih banyak bertanya dan berdiskusi tokoh-tokoh aktivis-aktivis kaum perempuan untuk melihat hal-hal apa yang terasa kurang dari mereka supaya bisa dilaksanakan oleh Pemko,” tegasnya.




Sementara itu, perwakilan dari Persada, Ika Zaleha mengatakan, dalam acara itu, mereka mengundang kedua Calon Wali Kota Medan. Namun saat acara, Calon Wali Kota Medan nomor urut 2 Dzulmi Eldin tidak hadir. Meskipun begitu, ia hanya berharap agar kedepannya siapapun yang terpilih menjadi Wali Kota Medan agar lebih memperhatikan nasib para kaum perempuan yang mengalami kekerasan.

“Siapapun yang duduk menjadi Wali Kota, kami berharap agar bisa memberikan ruang dan tempat bagi perempuan. Saat ini banyak korban kekerasan yang tidak mendapatkan hak-haknya. Oleh karena itu, kita berharap agar siapapun yang terpilih, angka kekerasan terhadap perempuan harusnya ditekan. Dengan moment hari anti kekerasan terhadap perempuan ini, kami berharap agar menjadi prioritas para calon dalam visi dan misinya,” ucapnya. (Dewa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.