Pelamar Kerja Muda, Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Kalian

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Pelamar kerja muda sering sekali melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak penting.
Pelamar kerja muda sering sekali melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak penting.

Menamatkan pendidikan adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidup seseorang, kebahagiaan ini juga dirasakan oleh orang tua, tapi hal yang lebih besar telah menunggu yaitu kamu dan jutaan anak muda lainnya akan mencari pekerjaan. Dan hal ini merupakan persaingan ketat melebihi ujian masuk PTN.

Di sini yang paling diuji adalah keahlianmu dalam mencari pekerjaan. Kesalahan-kesalahan yang sering sekali dilakukan oleh anak muda sebisa mungkin dihindarijika tidak kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang kamu idamkan akan berlalu begitu saja diambil oleh orang lain.




Nah, ini hal-hal yang sering dilakukan anak muda saat mencari pekerjaan dan sebisa mungkin harus kamu hindari.

1. IPK bukanlah segalanya

Mau IPKmu itu 3.0 atau cumlaude sekalipun jika tidak bisa melalui tes FGD, psikotes, tes kesehatan dan wawancara kamu itu bukan apa-apa. Memang setiap instansi ketika merekrut pegawai baru pasti mencantumkan persyaratan utama yaitu IPK minimal paling tidak 2.75 atau 3.0, namun hal ini bisa dengan mudah kamu lewati.

2. Buat HRD percaya bahwa kamu tidak coba-coba

Seseorang yang akan kamu hadapi nanti ketika melamar pekerjaan bisa saja petinggi perusahaan atau pihak HRD, dan mereka sudah dipastikan sudah membaca ribuan CV dan surat lamaran. Untuk itu kamu harus memastikan bahwa apa yang ingin kamu sampaikan melalui CV tersebut harus benar-benar mencerminkan dirimu seutuhnya, bukan… bukan mau melamar kekasih tetapi kamu mau melamar pekerjaan!

Gimana mereka bisa tahu seseorang cuma asal ngelamar?




  • Cover letter-nya nggak spesifik ditujukan ke perusahaan mereka, tapi ditulis “Untuk Bapak/Ibu HRD” — seperti ditulis untuk dikirimkan ke semua perusahaan yang juga membuka lowongan
  • Cover letter-nya hasil copy pastedari internet.
  • CV tidak menunjukkan minat di bidang yang membutuhkan. Yang dilamar posisiaccounting, eh… CV-nya malah nonjolin minat jurnalisme sama hobi nyanyi.

3. Kalau belum berpengalaman jangan heboh minta gaji tinggi.

Sebagai seorang yang baru saja tamat maka adalah hal yang wajar jika digaji kecil. Kalau sudah di atas UMR, perusahaan sudah memberikanmu upah yang adil. Jika kamu menginginkan gaji yang layak untuk profesi yang kamu miliki maka pastikan perusahaan yang kamu tuju memiliki jenjang karir bagi setiap karyawannya.

4. Berhati-hatilah di jejaring sosial

Mengapa ini penting? Sebab, perusahaan memiliki kepentingan utnuk mengetahui apa yang dilakukan oleh karyawannya yang terkait dengan mereka maka dari itu tidak heran jika mereka juga memantau aktivitasmu di jejaring sosial. Mulai sekarang berhati-hatilah pada apa yang kamu bagikan nanti di jejaring sosial.

5. Riset dulu sebelum melamar

Pastikan sebelum melamar kamu memiliki pengetahuan tentang perusahaan yang kamu tuju. Informasi bisa kamu cari di internet. Coba cari tahui informasi tentang perusahaan tersebut serta industri di mana perusahaan itu berkecimpung.

Apa sih yang perusahaan itu punya, sehingga kamu memilih melamar ke sana, Bagaimana perkembangan industri tersebut saat ini dan di masa yang akan datang serta bagaimana ini bisa selaras dengan pengembangan dirimu sebagai individu?

6. Beranilah untuk melawan arah

Duh, jangan nganggur cuma gara-gara nunggu lowongan pekerjaan impian! Cobalah keluar dari zona nyaman: lapangan pekerjaan yang seru ada banyak lho, dan kadang berasal dari bidang yang nggak kamu bayangkan. Cobalah kirim lamaran untuk posisi-posisi yang menantang dan mengasah banyakskill, meski industrinya sangat jauh dari latar belakangmu selama ini.

Bagaimana? Jangan lupa dicatat dan diingat, ketahuilah bahwa rezeki seseorang berbeda dengan yang lainnya namun bagaimana rezeki itu mau menghampirimu jika kamu tidak mau berusaha menghampirinya terlebih dahulu. Tetap semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published.