Thailand Kalahkan Indonesia Masalah Halal

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




logo-halal-mui

Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim dan di setiap makanan yang dirpoduksi haruslah melewati stadarisasi kehalalan dari LP POM namun standar ini masih belum bisa diterima di beberapa negara.




Ironisnya Indonesia dikalahkan oleh negara yang populasi muslimnya hanya sedikit dibanding Indonesia yaitu Thailand. Thailand menduduki posisi sebagai produsen makanan halal terbesar di dunia.

“Padahal di Thailand, penduduk muslimnya hanya 10 persen dari sekitar 5 atau 6 juta, tidak banyak dibandingkan dengan Indonesia. Tapi Thailand sudah menjadi pusat makanan halal terbesar di dunia dengan sasaran utama Timur Tengah, Pakistan, dan Inggris,” ujar Arie Parikesit sebagai pakar kuliner.

Indonesia memiliki standarisasi halal yang tidak sama di beberapa negara dan hal inilah yang menghambat Indonesia mendapatkan posisi tersebut. Misalnya saja di negara-negara persemakmuran, mereka akan memilih makanan halal dari negara persemakmuran lainnya dibandingkan dengan negara-negara lain.

Hal yang sama diungkapkan juga oleh pakar kuliner Tendi Naim. Makanan halal Malaysia pun lebih maju karena memiliki latar belakang sebagai negara persemakmuran.




“Ada proses pengecekannya. Enaknya Malaysia negara commonwealth, jadi punya standar yang sama. Kalau kita kan mungkin ada faktor politis lainnya yang mungkin kita tidak tahu,” kata Tendi.

Mendapatkan proses halal merupakan proses yang panjang. Makanan sebelum dilabeli halal haruslah dipantau prosesnya mulai dari kemasan, apakah kemasannya food grade atau bukan, itu juga menjadi penilaian tersendiri. Cara mendapatkan bahan pun dinilai, apakah dilakukan melalui proses transaksi yang halal atau tidak.

“Harusnya kami (pegiat kuliner) ngobrol ke MUI (Majelis Ulama Indonesia) bagaimana menetapkan standar yang bisa diakui di internasional,” ujar Tendi.

Sementara pelabelan halal adalah kewenangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ucap dari Kepala Bidang Sosialisasi dan Promosi Halal Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM) MUI.

Standar yang diterapkan oleh MUI dalam pengecekan kehalalan sebuah produk terbagi menjadi beberapa jenis yang semuanya berasal dari Syariat Islam dan juga Fatwa MUI, dan terkumpul menjadi Standar Sertifikat MUI.

Total, ada 42 badan sertifikasi halal yang diakui MUI dari 23 negara dengan penilaian dari beberapa aspek, seperti penjagalan, proses produksi, dan rasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.