Habib Rizieq Diharap Minta Maaf oleh Ridwan Kamil

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




ridwan-kamil

Beberapa waktu lalu beredar video pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq yang sedang menyampaikan ceramah lalu memplesetkan sebuah kata yang biasa digunakan oleh masyarakat Sunda sebagai salam yaitu kata Sampurasun menjadi kata Campur Racun.




Hal ini tentu mengakibatkan 16 organisasi massa dan lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat (AMSM) menolak kehadiran beliau ke wilayah Jawa Barat dan menuntut Habib Rizieq untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Koordinator AMSM, Noery Ispandji Firman, mengatakan, sampurasun merupakan kata yang mengandung arti doa. Namun kata yang termasuk salam itu diplesetken oleh orang yang mengaku tokoh di Indonesia. Apalagi hal itu disampaikan di depan warga Purwakarta, Jawa Barat.

Hal ini dinilai sebagai sebuah penghinaan besar terhadap bangsa Indonesia khususnya masyarakat Jawa Barat. Noery merasa sangat geram atas apa yang diucapkan oleh pria yang kerap mengundang kontroversial tersebut.

Selain telah menghina masyarakat Sunda, ia juga telah melukai budaya bangsa Indonesia karena perkataannya merupakan bentuk tidak menghargai perbedaan budaya.




Noery menghimbau pada seluruh masyarakat Jawa Barat untuk menolak kehadiran Habib Rizieq ke Jawa Barat apapun alasannya karena telah melukai perasaan masyarakat Sunda.

Video berdurasi 43 detik itu di-posting oleh pemilik akun bernama Muhammad Nazar pada 14 November.

Permasalahan ini juga telah sampai ke telingan walikota Bandung, Ridwan Kamil.

“Saya cuma dengar berita dari Angkatan Muda Siliwangi (AMS). Tidak semestinya kultur yang ada di Nusantara dijadikan bercandaan yang tidak pada tempatnya. Kalau Habib Rizieq bercanda, ya tidak lucu,” kata Kang Emil, sapaan akrab beliau.

Emil mengatakan bahwa jika kata itu diucapkan sebagai guyon maka Habib Rizieq telah salah tempat, ia berharap pentolan FPI tersebut meminta maaf kepada masyarakat Sunda.

Emil juga membantah bahwa salam sampurasun telah mengesampingkan salam dalam agama Islam. Emil mengatakan, sampurasun memiliki makna baik dan tidak menyimpang dari ajaran agama.

“Sampurasun itu keberkahan untuk kita dan alam semesta. Maksudnya baik, bahasa Sunda kuno itu sama artinya dengan waalaikumsalam warahmatullohi wabarakatuh. Sampurasun apa jeleknya. Artinya juga sangat baik. Biasanya, ketidaktahuan melahirkan ignorance atau ketidakpedulian,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.