Kepsek SMP GUPPI Disekap

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Medan, Jelasberita.com | Setelah sebulan dilaporkan ke Polsek Percut Sei Tuan atas kasus penganiayaan terhadap Kasmadinah Pulungan (58), Kakaknya kandungnya sendiri, pelaku inisial KP (52), warga Jalan Dahlia, Medan Perjuangan, kembali berulah.







Pelaku menyekap Bisman (48) warga Pasar 7 Tembung, Kepala sekolah. Penyekapan itu terjadi saat korban sedang mengerjakan tugas-tugasnya di ruangan kelas SMP Guppi, Jalan Baru, Tembung, Medan, Kamis (26/11) sekira pukul 09.00 WIB. Korban dikurung sampai sejam lebih.

“Saya lagi ngerjai tugas di ruangan. Tiba-tiba dia (pelaku datang dan dikurungnya saya di ruangan. Pintu dikunci dari luar. Saya gedor-gedor. Tak mau dia membukanya,” ujar korban.

Kepsek SMP GUPPI Disekap

Korban baru bisa keluar setelah ia menghubungi Kasmadinah (58), Pengurus Yayasan GUPPI (Gabungan Usaha Peningkatan Pendidikan Islam). Kasmadinah lalu memerintahkan seorang murid, dibantu penjaga sekolah, M Rizki Siregar (31) untuk membebaskan Bisman. Begitu pintu terbuka, pelaku langsung memaki Bisman. “Dia (pelaku) rupanya datang bersama SJ yang ingin mengganti saya sebagai kepala sekolah,” ungkap korban lagi.




Selain Bisman, Kasmadinah Pulungan juga pernah dianiaya tersangka KP. Kasmadinah dikeroyok pelaku bersama Ik anaknya di Jalan Baru, Kelurahan Tembung, Kecamatan Medan Tembung, di Sekolah Guppi pada Jumat (6/11) sehingga korban harus dilarikan ke rumah sakit dan dirawat intensif selama tiga hari.

“Dia (tersangka) dan anaknya (Ik) bersama-sama mendorong saya hingga terjatuh. Kemudian, dia menimpa badan saya, menyiku paha dan punggung saya beberapa kali. Tak hanya itu, tangan dan kaki saya dipelintir, lalu beberapa kali kaki saya disepak,” beber Kasmadinah.

Menurut Kasmadinah, penganiayaan itu dilakukan tersangka lantaran ingin menguasai yayasan GUPPI. Baik Kasmadinah maupun Bisman melarang tersangka bikin ribut karena masih di jam belajar yang tentu mengganggu belajar para murid. Tapi tersangka tak peduli. Ia  malah menganiaya korban. Atas kejadian itu, korban melapor ke Polsek Percut Sei Tuan.

Saat Bisman hendak melaporkan penyekapan itu, ternyata KP (pelaku) sudah ada di kantor polisi hendak melaporkan Bisman dan Kasmadinah. Namun polisi menolak laporan Bisman. Tak pelak, Kasmadinah didampingi Bisman kesal dan menggerutu lantaran polisi di Sentra Kepolisian Terpadu (SPK) menolak laporan Bisman. Dengan kesal Bisman berangkat ke Polresta Medan untuk membuat laporan aduan.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Lesman Zendrato mengatakan semua laporan pasti diterima. Tidak ada alasan pelapor tidak diterima laporannya. “Ya semua laporan aduan kita terima. Coba konfirmasi ke Panit,” pungkasnya. (Dewa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.