Ekonomi Turki Berantakan Pasca Penembakan Pesawat Rusia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




turki-tembak-pesawat-rusia

Sebelumnya masyarakat dunia dihebohkan atas penyerangan yang terjadi di Paris, Perancis. Kehebohan tersebut belum juga reda kini ditambah dengan peristwa penembakan pesawat tempur milik Rusia.




Insiden penembak jatuhnya pesawat tempur Rusia oleh militer Turki terjadi pada Selasa (24/11) pesawat tersebut adalah satu unit jet Sukhoi SU-24 ditembak jatuh di Provinsi Latakia, perbatasan Suria.

Rusia beberapa kali dianggap melanggar wilayah udara Turki ketika menyerang basis pemberontak maupun ISIS di Suriah. Pemerintah Negeri Beruang Merah menepis kemungkinan pihaknya yang bersalah sehingga ditembak jatuh.

“Jet tempur kami terbang di ketinggian 6.000 meter untuk melakukan pengintaian dan selalu terbang di wilayah udara Suriah,” seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemenhan Rusia.

Saat itu Turki berdalih bahwa pesawat tersebut telah diperingati sebanyak sepuluh kali untuk tidak memasuki wilayah udara Turki namun tidak diindahkan oleh pilot pesawat dan akhirnya militer Turki mengambil keputusan untuk menembak pesawat tersebut yang akhirnya diketahui milik Rusia.




Akibat insiden ini ekonomi global menjadi terpengaruh, salah satunya harga minyak dunia. Harga minyak dunia menjadi meningkat drastis, hal ini dikhawatirkan akan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah yang kaya minyak dan menjadi salah satu tonggak ekonomi global.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, naik USD 1,12 menjadi ditutup pada USD 42,87 per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari, naik USD 1,29 menjadi USD 46,12 per barel di perdagangan London.

Militer Turki mengatakan bahwa memang mereka telah menembak jatuh pesawat tempur milik Rusia karena mereka telah melanggar wilayah udara Turki 10 kali dalam jangka waktu lima menit. Namun Rusia bersikeras bahwa pesawat milik mereka masih berada di wilayah udara Suriah. Karena hal ini akibatnya kemungkinan terjadi lonjakan ketegangan atas Suriah.

Dan karena insiden ini pula selain ekonomi yang menjadi berantakan, nilai tukar mata uang dan pasar sahamTurki anjlok. Nilai tukar Lira (mata uang Turki) anjlok hampir 1 persen terhadap dolar Amerika. Jika diakumulasi maka Lira telah jatuh sebanyak 19 persen tahun ini, ini merupakan prestasi terburuk bagi perkembangan kinerja sebuah negara berkembang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.