Keluarga Sartika 6 Bulan Tidur di Trotoar

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Sartika beserta dua anaknya

Medan, Jelasberita.com | Sartika beserta dua anaknya yakni Ramadhan dan Selena sudah enam bulan tidur ditrotoar. Pasalnya, mereka tak punya tempat tinggal sehingga terpaksa setiap malam tidur beralaskan karton di pinggir jalan.







Keberadaan keluarga miskin ini terungkap berkat Pengacara muda, Hardiyanto Kenneth (34) yang akrab disapa Ken. Ketua Yayasan Shio Indonesia (Shindo Club), itu pada Senin (23/11) mengaku, bertemu Sartika secara tidak sengaja dalam suatu perjalanan saat melintas di Jalan Gatot Subroto, Medan, Minggu (23/11) kemarin, tepatnya di depan Makodam I Bukit barisan, Ken mendadak memberhentikan mobilnya.

Saat itu ia bersama Asril Siregar, rekannya. Asril menceritakan, Ken turun dari mobil untuk menyapa seorang ibu berbadan kurus yang berpenampilan lusuh dengan dua anaknya yang sedang tertidur pulas di atas trotoar. “Mereka tidur di situ bukan mengemis tapi karena tak punya tempat tinggal sehingga terpaksa setiap hari tidur di trotoar,” ujar Asril.

Asril kemudian memperhatikan terus ibu tersebut menceritakan pengalaman hidupnya kepada Ken. Usai mendengar cerita ibu tersebut, Ken kemudian beranjak berdiri dan mengajak Asril untuk membelikan makanan dan minuman kepada ibu dan dua anaknya tersebut.

Sartika beserta dua anaknya




Tak jauh dari tempat ibu tersebut, Ken dan Asril membeli makanan dan minuman, kemudian kembali ke tempat ibu tersebut. Ken lalu  memberikan  makanan yang dibelinya kepada ibu dan dua anaknya yang malang tersebut. Sebelum beranjak pergi, Ken sempat berpesan agar ibu tersebut sabar dari cobaan yang diberikan Tuhan sembari memberikan bantuan.

“Sambil beranjak pulang bang Ken memberikan bantuan kepada ibu Sartika. Mudah-mudahan uang yang diberikan bisa bermanfaat untuk kebutuhan ibu dan kedua anak ibu tersebut.” sambung Asril.

Diketahui, Sartika merupakan seorang pencuci piring di sebuah kantin. Ia bekerja ditemani kedua anaknya. Usai bekerja, hingga sore hari, Sartika dan kedua anaknya istirahat di trotoar Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan Makodam I/Bukit Barisan.

Usai bekerja, untuk memenuhi kebutuhan kebersihannya, keluarga bernasib malang tersebut menumpang kamar mandi yang ada di kantin atau pun di masjid.

Setelah melakukan semua aktivitas, mereka kembali tidur di tempat yang sama. Mereka tidur di ruang terbuka. Namun ketika hujan turun, mereka tidak terlihat di tempat mereka biasa tidur. Tidak ada yang tahu kemana mereka berteduh.

Sartika tentu tidak sendiri. Ada banyak keluarga malang yang hidupnya terluntang-lantung tapi luput dari perhatian Pemerintah Kota Medan. “Ini perlu jadi perhatian pemerintah,” pungkas Siregar. (Dewa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.