Ribuan Buruh Demo di Depan Kantor Gubernur Sumut

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




kombes_hery_subiansauri

Hari ini ribuan massa dari Gabungan Pekerja Buruh Sumatera Utara Melawan (GAPBSUM) melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Sumatera Utara atas PP No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.




“Presiden Jokowi seharusnya tidak melupakan buruh. Kami dulu memilih dan mendukung Jokowi karena dekat sama masyarakat. Namun, Presiden Jokowi kejam dan menindas rakyat. Karena itu, bila PP No 78 Tahun 2015 tentang pengupahan tidak dicabut kami siap ke Jakarta untuk demo turunkan Jokowi,” ujar seorang orator dari atas mobil saat berorasi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (24/11/2015) siang.

Menurut orator tersebut, PP No 78 Tahun 2015 tentang pengupahan sangat merugikan pekerja di Indonesia sekaligus bertentangan UUD 1945 pasal 27 ayat dua yaitu tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Aksi demonstrasi ini mereka gelas dari pagi hingga siang ini, berbagai orasi mereka lakukan di hadapan ribuan buruh yang ikut dalam aksi tersebut. Hingga waktu shalat zuhur tiba mereka pun bersama-sama hendak ingin melaksanakan ibadah tersebut di mesjid agung yang letaknya bersebelahan dengan gedung kantor Gubsu.

Buruh perempuan yang mengaku bernama Indah meminta Direktur Pengamanan Objek Vital (Dir Pamovit) Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Hery Subiansauri untuk salat zuhur bersama kaum buruh.




“Pak Hery harus salat zuhur bersama buruh. Bila tidak salat nanti Indah gendong Bapak. Ayo Pak Hery kita salat bersama di Masjid Agung Medan,” ujarnya dari atas mobil pick up. Hery Subiansauri pun menerima ajakan tersebut. Namun sebelum melaksanakan shalat berjamaah para buruh bersama Kombespol Hery Subiansauri dan bersama Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto melakukan foto bersama.

Suasana akrab tercermin antar buruh dan pejabat aparat negara tersebut. Sesekali Hery mengenakan kaca mata hitam bersenda gurau dan bertingkah kocak bersama para buruh.

Selain itu, para buruh acapkali mengucapkan terima kasih kepada Hery sudah datang untuk mengamankan langsung aksi para buruh. Bahkan, tidak sedikit buruh menyampaikan guyonan pengin peluk Hery.

“Terima kasih, Pak, sudah datang kemari, kami belum makan ini pak. Kami senang bapak sudah datang kemari, pengin rasanya kami peluk bapak,” ungkap buruh dari atas mobil.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.