Harga Minyak Rendah, Perusahaan Migas Garuk Kepala

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Perusahaan sektor Minyak dan Gas.
Perusahaan sektor Minyak dan Gas.

Harga minyak yang saat ini masih rendah membuat banyak perusahaan minyak menjadi terlilit hutang. Hal ini disebabkan karena kinerja perusahaan migas menjadi jalan di tempat.

karena hutang yang semakin bertambah, banyak perusahaan migas yang terancam akan kesulitan membayar hutang-hutang tersebut hingga kemungkinan tidak sanggup membayarnya. Ada juga yang peringkat hutangnya sudah diturunkan oleh Moody’s.




“Sektor energi sekarang yang paling bermasalah. Ada 79 perusahaan yang berpotensi gagal bayar utang tahun ini, seperempatnya adalah perusahaan minyak,” kata Sharon Ou, Analis Senior Kebijakan Utang Moody’s seperti dikutip CNBC, Senin (23/11/2015).

perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang Minyak dan Gas ini sebelumnya telah membuat hutang yang cukup banyak ketika minyak di atas puncak jaya yaitu saat harga tembus di atas USD 150 per barel.

sedangkan saat ini, minyak turun menjadi USD 50 per barel dan tidak ada petunjuk untuk bergerak naik kembali sejak pertengahan tahun ini. Tentu kondisi seperti ini bukanlah keadaan yang baik bagi para perusahaan migas. Akibatnya mereka tentu kesulitan dalam emmbayar hutang-hutang yang menggunung tersebut.

Menurut CEO perusahaan investasi Avenue Capital Group, Marc Lasry, para perusahaan ini menarik total pinjaman sekitar US$ 250-300 miliar awal tahun ini. Jumlahnya jatuh lebih besar ketimbang tahun sebelumnya yang hanya US$ 100 miliar.




Bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), sudah memberi peringatan adanya kredit bermasalah di sektor eksplorasi migas, produksi, hingga jasa energi pada awal November ini. Peringatan ini diberikan agar perusahaan yang ada di sektor migas menjadi berhati-hati dalam menarik hutang karena tentu akan merugikan perusahaan itu sendiri.

perbankan seperti Wells Fargo Bank of America, dan JPMorgan Chase  juga telah memberikan peringatan yang sama pada peruhaan-perusahaan migas agar lebih berhati-hati. Berbagai bank di AS mulai lakukan renegosiasi pinjamannya dengan perusahaan migas, sementara beberapa bank lainnya justru sudah berhenti memberi kredit ke sektor yang sama.

Namun sepertinya di Indonesia harga minyak tidak mengalami penurunan yang berarti saat minyak dunia bergerak turun drastis. Untuk premium sendiri nilai yang masih dicanangkan pemerintah adalah Rp 7.300 per liter dari harga sebelumnya Rp 7.500 per liter.

Leave a Reply

Your email address will not be published.