2 Wanita Berhijab Jadi Bulan-Bulanan di Kereta Bawah Tanah Toronto

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Wanita berhijab di kereta api bawah tanah Amerika.
Wanita berhijab di kereta api bawah tanah Amerika.

Di Indonesia kita terbiasa melihat seorang wanita menggunakan hijab, bahkan banyak wanita yang menjadikan hijab sebagai pakaian mereka sehari-hari apalagi Indonesia termasuk negara dengan mayoritas warganya pemeluk agama Islam maka wanita berhijab adalah lumrah.

Namun tidak di Inggris. Negara-negara di Eropa bahkan Australia juga sedang terserang Islamophobia yaitu kebencian terhadap Islam. Hal ini terus terjadi dan semakin parah sejak banyak aksi teror yang membawa nama Islam sebagai alasan mereka melakukannya membuat sukses Islam di benci dunia.




Wanita-wanita muslim yang berada di Eropa bahkan selalu merasa khawatir dan takut mengalami penyerangan tak terduga ketika berhijab di tempat umum. Seperti yang terjadi kemarin, dua orang wanita yang memberanikan diri menggunakan hijab untuk keluar.

Kali ini insiden tersebut terjadi di dalam kereta bawah tanah Toronto, Kanada. Menurut laporan dari Toronto Transit Commision (TTC), dua orang wanita yang emngenakan hijab baru saja ‘diserang’ ketika naik subway pada rabu (18/11/2015) lalu.

Brad Ross sebagai juru bicara dari TTC mengatakan bahwa ada dua orang pria dan satu orang wanita melakukan aksi bullying terhadap kedua wanita berhijab tersebut. Tak hanya kata-kata umpatan dan kata-kata kasar yang mereka katakan wanita yang melakukan aksi cemoohan tersebut mendorong salah satu wanita yang menggunakan hijab hingga jatuh tersungkur. Karena merasa tak tahan dengan aksi ketiganya, salah satu penumpang menghidupkan alarm darurat kereta untuk menghentikan aksi mereka.

Setelah alaram berbunyi, ketiga orang yang melakukan ‘penyerangan’ tersebut langsung kabur melarikan diri karena takut. Saat ini TTC bekerja sama dengan kepolisian Toronto untuk mengidentifikasi ketiga pelaku.




“TTC mengecam keras terhadap perilaku ini yang bertindak rasis. Ini harusnya aman untuk semua orang yang menggunakan jasa TTC,” tutur Ross seperti dilansir dari Huffington Post Canada.

Kini pihakkepolisian dan TTC sedang mencari ketiga pelaku yang berlaku rasis terhadap sesama penumpang. Mereka tidak menginginkan insiden ini kembali terjadi dan membuat penumpang lain resah. Brad Ross mengatakan bahwa insiden ini adalah yang pertama kalinya terjadi. Sebelumnya belum pernah ada aksi bullying di kereta bawah tanah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.