Kisah Adopsi Tak Hanya Dialami Sander, Ada Ridho yang Juga Mencari Keluarganya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Ridho bersama Ibu kandungnya Kamah Tumiyem.
Ridho bersama Ibu kandungnya Kamah Tuminem.

Anak adopsi yang tumbuh besar dan lalu mencari keluarganya bukan hanya Sander seorang namun jauh sebelum itu ada Ridho Ouwejan yang lahir di Indonesia namun diadopsi lalu menghabiskan seluruh hidupnya di Belanda.

Weesper Nieuws adalah koran Belanda yang memuat kisah Ridho, tepat pada 8 Agustus 2007, penerbitan media harian tersebut. Kisah Ridho diceritakan dalam pemberitaan bahasa Belanda. Saat itu ibu Ridho  menitipkan prie tersebut ke sebuah pantiasuhan pada usianya yang baru tiga bulan. Alasan ibu Ridho adalah ia terlalu miskin sehingga tidak mampu untuk merawatnya.




“Setelah bertahun-tahun hidup dalam ketidaktahuan akan jati dirinya, Rhido pergi awal tahun ini ke negeri asalnya, Indonesia untuk mencari ibu kandungnya. Rhido tidak tahu banyak tentang tanah air tempat ia dilahirkan. Seiring berjalannya waktu, sebagai seorang anak ia merasa ingin tahu siapa ibunya,” tulis berita tersebut.

Tepat pada 1994, kali pertama Ridho menginjakkan kaki ke Indonesia untuk mencari dimana ia dilahirkan. Juga datang mengunjungi panti asuhan yang dulu sempat merawatnya dan bertahap mencari tahu lebih banyak tentang ibu kandungnya.

Namun tak banyak yang diketahui Ridho, ia pulang kembali ke Belanda. Dan baru pada 2007 ia datang kembali ke Indonesia melakukan pencarian selanjutnya yang telah berhenti lebih dari 10 tahun lalu. Melalui Yayasan Loka Kasih di mana ia dititipkan dulu akhirnya mendapatkan kontak ibu kandung Ridho. Akhirnya mereka berjanji untuk bertemu satu sama lalin di Sendang Sari Hotel, Batang, Jawa Tengah.

Kisah Ridho dimuat di sebuah media cetak Belanda.
Kisah Ridho dimuat di sebuah media cetak Belanda.

Saat awal bertemu, kami berpelukan dan menangis. Ibunya terus-terusan berkata ‘bedank’ yang artinya ‘terima kasih’ terhadap Ridho. Saat itu Ridho bercerita bahwa perasaannya campur aduk. Ada perasaan aneh ketika ibunya mengenalkan namanya sebagai Kamah Tuminem.




“Sebenarnya ada yang aneh pada saat itu, ketika saya bertemu dengannya, saya tidak tahu bagaimana caranya, tetapi ia (ibu kandung Ridho) merasa familiar dengan diri saya. Dia benar-benar merasa seperti dia adalah ibu saya,” ucapnya.

Pria itu juga bertemu suami ibunya, Wick. Namun sayang ia bukan ayah kandung Ridho. Menurut cerita ibunya, ayahnya hanya sekali mengunjungi ketika ibunya dalam keadaan hamil, setelah itu ia tidak pernah lagi menampakkan dirinya.

“Saya sangat menyayangkan sekali bahwa saya belum bertemu dengan ayah saya, tetapi saya bisa hidup damai di sana. Ia(ayah kandung Ridho) juga tidak dapat ditemukan. Ia sudah punya tempat lain dan ia (ayah kandung Ridho) hampir tidak memainkan peran dalam kehidupan saya,” ungkap Ridho.

Ibunya membawakan buah tangan untuk Ridho, begitu pula Ridho. Mereka saling bertukar oleh-oleh dan keesokan harinya mereka pergi pikinik ke pantai dan tak lupa untuk berfoto.

“Kami bicara panjang lebar. Ibu saya menjelaskan bagaimana proses adopsi hingga akhirnya hilang kontak. Dia juga mengatakan bahwa dia adalah satu-satunya orang yang mempunyai hubungan darah denganku,” ceritanya kata Rhido.

Selepas pertemuan itu, berkelang dua hari Ridho kembali ke Belanda untuk melanjutkan hidupnya, namun pertemuan yang berkesan tersebut tak kan dilupakan oleh Ridho.

Leave a Reply

Your email address will not be published.