Ini yang Dikatakan Mantan Istri Dari Pelaku Teror di Paris

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Ibrahim Abdeslam pelaku bom bunuh diri di Comptoir Voltaire, Paris, Perancis.
Ibrahim Abdeslam pelaku bom bunuh diri di Comptoir Voltaire, Paris, Perancis.

Yang namanya aksi teror mau itu terjadi di Paris ataupun di mana-mana, terorisme tetaplah hal yang tidak berkaitan sama sekali dengan agama. Sekedar info, banyak pelaku teroris yang direkrut itu dari orang-orang yang berpendidikan minim dan tentu memiliki pengetahuan agama yang minim pula, namun memiliki keinginan untuk menikmati kehidupan yang layak dengan instan.

Melalui faktor-faktor tesebut itulah seseorang dapat dengan mudah dicuci otaknya. Apalagi kondisi tersebut sudah banyak dialami oleh orang-orang. Seperti yang dilakukan oleh Ibrahim Abdeslam yang merupakan pelaku bom bunuh diri di luar Comptoir voltaire pada Jumat lalu di Paris.




Ia ternyata pernah menikah dengan seorang wanita bernama Naima. Sayangnya menurut pengakuan Naima, kehidupan rumah tangga mereka hanya mapu bertahan selama dua tahun saja. Naima juga menuturkan bahwa pria itu tidak memiliki sifat yang pantas seperti dugaan banyak orang. Jika anda menduga bahwa teroris yang selalu membawa-bawa nama agama harusnya sangat religius. Namun sosok Ibrahim jauh dari itu semua.

Naima yang tidak ingin banyak orang mengenali identitasnya ini mengatakan bahwa mantan suaminya tersebut bukanlah orang yang religius. Bahkan Ibrahim tak pernah sekalipun menginjakkan kakinya ke rumah ibadah barang sekali. Lalu apa pekerjaannya? Menurut Naima lagi, ia hanyalah pengangguran yang suka sekali menghisap ganja, tidur atau mendengarkan musik berbahasa Arab.

Pria yang termasuk pelaku teror Paris itupun juga memiliki gelar Diploma elektro namun ia selalu merasa khawatir pada pendapatannya yang sangat minim ketika hidup bersama Naima. Tapi, selain itu Naima mengatakan kalau suaminya itu dulunya tidak akan tega menyakiti sesamanya. Namun, mungkin takdir sudah berkata lain. Sebab, Ibrahim yang meledakkan bom bunuh diri pun sudah banyak melukai orang waktu itu. Wah, ternyata teroris yang satu ini tidak religius sama sekali ya? Lalu, kok mereka suka bawa-bawa agama saat melakukan aksinya?

Apakah ini suatu bentuk pencemaran nama baik sebuah agama? Apakah ini merupakan sebuah bentuk politik adu domba terhadap negara-negara di dunia? Tim Jelas Berita berharap teman-teman sekalian tidak terprovokasi dan tetap bertoleransi antar sesama. Karena damai itu indah.




Leave a Reply

Your email address will not be published.