Festival Danau Toba 2015 : Terkesan Dipaksakan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Pelajar berjajar memamerkan Ulos terpanjang saat Festival Danau Toba 2014.
Pelajar berjajar memamerkan Ulos terpanjang saat Festival Danau Toba 2014.

Festival Danau Toba setiap tahun pasti diadakan namun tahun ini menjadi tidak pasti bagaimana penyelenggaraannya sebab Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum mampu menyediakan dana pendamping yang berjumlah Rp 1 Miliar.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut Ikrimah Hamidy di Medan, seperti dikutip dari Antara, Jumat (13/11), menjelaskan konsep awalnya Festival Danau Toba itu diselenggarakan secara bergantian oleh tujuh pemkab di sekitar kawasan strategis nasional tersebut.




Namun tahun ini beberapa kabupaten menyatakan ketidaksanggupannya untuk menjadi tuan rumah akhirnya penyelenggaraan festival tahunan tersebut menjadi masalah. Tahun lalu, atau pada 2014 silam, Kabupaten Toba Samosir telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara akbar bagi Danau terbesar se Asia Tenggara ini. Seharusnya tahun ini, atau pada 2015 sekarang, Pemkab Tanah Karo lah yang menjadi tuan rumah.

Namun, dengan berbagai pertimbangan, termasuk karena erupsi Gunung Sinabung, Pemkab Karo tidak sanggup untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan even tahunan tersebut.

Akhirnya tanggung jawab tersebut dialihkan ke daerah lain, tetapi ternyata pemkab-pemkab sekitar kawasan Danau Toba tidak memiliki persediaan anggaran yang bisa digunakan untuk even tahunan tersebut. Karena itu, penyelenggaraan Festival Danau Toba diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan keharusan menyediakan dana pendamping sebesar Rp 1 Miliar.

Melalui Kementerian Pariwisata, Pemerintah Pusat segera menyiapkan anggaran untuk penyelenggaraan acara tersebut, tetapi ada kewajiban Pemprov Sumut untuk menyediakan dana pendamping. Sementara Pemprov Sumut sendiri sedang mengalami masalah karena pembahasan APBD perubahan tahun 2015 masih belum tuntas sehingga dapat dipastikan dana akan kesulitan dikeluarkan.




Efek dari masalah tersebut adalah penetapan jadwal kegiatan menjadi tidak tentu, karena itu, kepastian penyelenggaraan kegiatan yang ditujukan untuk mempromosikan potensi kepariwisataan Danau Toba tersebut diserahkan ke Pemerintah Pusat.

Menteri Pariwisata Setuju Festival Danau Toba Kurang Promosi

Seusai membuka Festival Danau Toba 2015, Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata memberikan komentar, ia menyetujui bahwa Festival Danau Toba tahun ini mengalami kurangnya promosi. Meski ia mengakui namun ia enggan meneyetujui bahwa even kali ini terkesan dipaksakan.

Untuk itu, Menpar mengharapkan seluruh elemen masyarakat Sumut dapat mengambil sisi positif dari kegiatan yang bertujuan untuk mempromosikan potensi kepariwisataan di Sumut tersebut.

“Saya tidak akan menjawab lagi pertanyaan ‘memaksakan-memaksakan’ itu. Ambil yang positifnya, jangan yang negatif, capek kita,” katanya.

Arief juga tidak ingin menanggapi atas pernyataan yang mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dari tidak ada empati bagi masyarakat Karo yang sedang mengalami musibah erupsi Gunung Sinabung.

Leave a Reply

Your email address will not be published.