Dinilai Melanggar PKPU, Panwaslu Didesak Turunkan APK Calon Incumbent Medan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




20151119142545_IMG_8697
Medan, Jelasberita.com |  Tim Pemenangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, nomor urut 2, Ramadhan Pohan dan Eddie Kusuma (REDI) keberatan dengan Alat Peraga Kampanye (APK) berupa baliho yang dipasang di bilboard milik Calon Wali Kota Medan, nomor urut 1, Dazulmi Eldin yang merupakan calon incumbent.

Hal itu diungkapkan, Ketua tim Pemenangan REDI, Bobby Zulkarnain saat konferensi pers di posko Pemenangan REDI Jalan Gajah Mada, Medan, Jumat(20/11).







Menurut Bobby, tidak hanya baliho yang dicetak sendiri oleh pihak calon incumbent yang melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Bahkan banyak baliho maupun spanduk foto calon incumbent yang bertuliskan Wali Kota Medan masih terpasang di Jalan dan Kantor Instansi Pemerinta kota Medan.

“Masih banyak terpampang foto saat dia masih Wali Kota Medan. Di lapangan kurang dimonitor KPU Panwas dan Pemko. Kita ingin Pilkada berjalan dengan fair, jujur, sehat dalam bersaing,” ungkap Bobby di depan awak media.

Sementara, Bidang Advokasi, Edwin Pohan mengatakan
Pihaknya sudah menyurat hingga 17 kali kepada KPU, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) dan Pemko Medan namun tidak ada jawaban.

“Tidak ada tindakan yang tegas dalam penertiban baliho maupun spanduk.
Bukankah sudah disepakati bahwa pilkada akan dijalankan dengan netral, sehat dan fair? Tapi mengapa di lapangan jauh dari teori? ini jadi pertanyaan. Kami mendesak Panwaslu segera menertibkan baliho pasangan calon nomor urut 1,” ujar Edwin.




Dia juga mengatakan, tidak hanya pelanggaran APK saja yang dilakukan pihak calon incumbent.
Bidang advokasi juga sudah menyimpan bukti berupa foto pelanggaran berupa pembagian sovenir saat kampanye dan juga fasilitas negara yang digunakan tim calon incumbent.

“Di media massa dia juga diberitakan meresmikan ruang sekolah negeri. Ini
Mobil aparatur negara juga masih digunakanya. Ada juga sovenir pesta pernikahan yang diberi peci dan kain sarung dengan desain calon incumbent. Ini sudah menyalahi aturan
Mari kita bertanding dengan sehat dan fair,” tegas Edwin.

Di tempat yang sama, sekretaris Tim Pemenangan REDI, Hendrik Sitompul mengimbau warga Medan agar tidak terjebak dengan staretegi politik yang melanggar peraturan.

“Jangan pilih penjahat poltik. Pelanggaran sudah masif.
Kepada KPU, Panwas dan Pemko agar tindak tegas yang melakukan pelanggaran penyelenggara pilkada,” tegasnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi ke Ketua Panwaslu Kota Medan, Raden Deni Atmiral mengatakan Panwaslu sudah memberikan peringatan kepada masing-masing pasangan calon untuk menurunkan APK yang melanggar PKPU.

“Dari Panwas sudah menyurati kepada pemerintah kota Medan untuk menertibkan. Hari Selasa lalu kami diundang rapat kordinasi, dan sudah menyampaikan untuk menertibkan APK. Mudah-mudahan hari Sabtu, Minggu dan Senin (23/11/2015) akan melakukan penertiban,” jelas Raden. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.