Perbuatan Pria Ini Terhadap Wanita Muslim di Kereta Sungguh Menakjubkan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Ashley (kiri) dan Yara (kanan).
Ashley Powys (kiri) dan Yara (kanan).

Pasca tragedi penyerangan yang menelan korban hingga 153 orang tewas di Paris, Perancis, kehidupan komunitas Muslim di Eropa menjadi mencekam. Berbagai spekulasi negatif tentang orang Islam ada di mana-mana.

Salah satunya seperti yang terjadi pada seorang wanita muslim saat berada di gerbong kereta Tube (sebutan untuk kereta bawah tanah di Inggris) beberapa hari lalu.




Ashley Powys (22) adalah pria asal Inggris, saat itu berada di Tube yang sama dengan Yara, seorang wanita muslim. Ashley menyaksikan Yara dimaki-maki oleh seorang pria kasar hanya karena mengenakan hijab. Kejadian tersebut terjadi di Tube yang sedang mereka naiki.

Pria kasar tersebut menyalahkan Yara atas tragedi yang telah terjadi di Paris beberapa waktu lalu. Dengan kata-kata tidak pantas pria tersebut terus saja mengatai Yara, sementara Yara memperlihatkan ekspresi ketakutan. Karena tak tahan dengan apa yang dilakukan pria tersebut, Ashley mendorong pria yang tak mau diam tersebut untuk menjauh dari Yara.

Hal ini telah Ashley tulis di dalam akun Facebooknya. Ia menerangkan bahwa pria tersebut sangat agresif dan jelas membuat Yara ketakutan. Selanjutnya Ashley mengatakan bahwa ia mencoba mengalihkan perhatian pria kasar itu. Berhasil, pria tersebut beralih marah-marah pada Ashley dan berhenti memaki-maki Yara.

Ashley mengacuhkan pria tersebut dan beralih menenangkan Yara dengan menanyakan namanya, kabar, dan lokasi tujuannya. Tindakan Ashley ia maksudkan agar Yara tak lagi memperhatikan cacian dari pria kasar tadi.




“Sambil menangis, dia menyebut namanya Yara. Aku mendistraksinya dengan bertanya topik-topik kecil, untuk mengalihkan,” tulis Ashley di akun Facebooknya.

Merasa diacuhkan pria kasar itupun berteriak ke arah Ashley dan menuduh Ashley telah bertindak membela teroris. Ashley malah tetap mengacuhkannya dan tetap melindungi Yara. Demi memastikan Yara sampai ke tempat tujuannya dan bertemu teman-temannya dengan selamat Ashley sampai melewatkan stasiun pemberhentiannya.

“Aku berkata kepada Yara dengan percaya diri, bahwa masih ada banyak orang seperti diriku di luar sana dan jangan sampai dia merasa takut di negaranya sendiri. Ini adalah negara dan kotanya,” urainya.

Sebagai penutup Ashley menuliskan yang ditujukan pada semua orang di dunia mengenai solidaritas beragama dan kemanusiaan.

“Tolong jaga satu sama lain, entah itu sahabat atau orang asing. Kau tak akan pernah tahu kapan kau membutuhkan seseorang ketika hal sama terjadi,” tulis Ashley pada akun Facebook yang mendapat like 41.000 kali.

Leave a Reply

Your email address will not be published.