Ini Yang Dilakukan Wanita India Kampanyekan Berhijab Pada Publik

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Beberapa anggota Muslim Unity Council (IMUC) memegang mawar untuk dibagikan.




Beberapa anggota Muslim Unity Council (IMUC) memegang mawar untuk dibagikan.

Sebuah komunitas muslim terkenal di wilayah Kashmir, India menggelar kampanye berhijab dengan memanfaatkan bunga mawar sebagai lamabng cinta. Ya, bunga mawar selama ini dikenal sebagai lamabang cinta. Bunga ini sering digunakan sebagai alat untuk merayu kekasih dan kini dijadikan sarana untuk berkampanye bagi hijabers di India.

Dikenal sebagai International Muslim Unity Council (IMUC), komunitas ini mengajak muslimah lainnya untuk berhijab. Aksi kampanye tersebut dimulai dari berbagai kampus populer di sana. Beberapa anggota IMUC berdiri menunggu para mahasiswi di pintu gerbang kampus Government Women’s College, Thiruvananthapuram, India.

Anggota IMUC yang dikenali melalui pakaian serba hitam dan bercadar ini memberikan satu tangkai mawar dan jilbab untuk setiap mahasiswi yang keluar dari gerbang kampus tersebut. Aksi ini dilakukan dari pukul 13.00 waktu setempat hingga 14.30.

“Dari pukul 13.00 sampai 14.30, para anggota menawarkan mawar, syal, dan pamflet agama kepada mahasiswi yang keluar dari perguruan tinggi,” papar Syed Javid Abbas selaku Sekjen dari IMUC.




Tujuan dari kampanye ini adala menyebarkan pesan perdamaian, Abbas berharap dari aksi ini apa yang menjadi tujuan mereka semula dapat diterima oleh semua orang. Sebelumnya aksi serupa telah dilakukan di beberapa kampus seperti Jawaharlal Nehru University, New Delhi, Aligarh Muslim University, dan Hyderabad University.

“Kami menggunakan cara yang halus untuk menempatkan seluruh pesan kita. Di negara Barat masih banyak yang mencoba menghalangi wanita muslim untuk berhijab karena dianggap negatif,” tambah Abbas.

Menggunakan mawar merupakan salah satu tindakan yang menandakan cinta kasih sehingga bagi siapa saja yang menerimanya bisa meningkatkan rasa kecintaan muslimah terhadap hijab. Mereka ingin memberikan pengalaman wanita yang belum pernah menggunakan jilbab agar bisa merasakannya sekarang.

Komunitas ini berencana akan melaksanakan aksi serupa di lembaga pendidikan lainnya. “Dalam 15 tahun terakhir, ada perubahan jelas terlihat di Kashmir. Perempuan tidak mengenakan jilbab seperti yang seharusnya mereka gunakan, “kata Abbas menambahkan.

Namun ternyata beberapa mahasiswa tersinggung pada tindakan yang dilakukan oleh IMUC ini.

“Secara kultural, wanita di Kashmir lebih suka memakai gaun sederhana. Kebanyakan wanita mengenakan jilbab atas pilihannya sendiri. Dengan menggunakan mawar agar perempuan mengenakan jilbab merupakan penghinaan terhadap orang-orang yang tidak memakainya tapi merupakan¬† sebuah penyebaran ajaran Islam, “kata seorang mahasiswi, Nazia Rashid.

Mahasiswi tersebut mengatakan bahwa ada masalah mendesak yang membutuhkan perhatian para pemuda pemudi di Kashmir. Yaitu tindakan korupsi yang dilakukan para pejabat negara mereka.

Bagaimanapun aksi ini bukanlah untuk menghina seseorang, berbusana itu pilihan seseorang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.