Hebat! Pedagang Es Cincau Bisa Melakukan Ini

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




 

Pak Nanang, pedagang es cincau yang bisa berbahasa Inggris dan Jerman.




Pak Nanang, pedagang es cincau yang bisa berbahasa Inggris dan Jerman.

Ia hanya pedagang es cincau biasa yang biasa berjualan di jalan Pajajaran Kota Bogor, dan tak ada yang berbeda dari penampilannya maupun apa yang ia jual. Ia sama persis dengan pedagang es cincau lainnya.

 

Namun, beredar kabar bahwa ia akan berlaku aneh ketika kita hendak membeli dagangannya. Beberapa orang kaget dan beberapa lainnya akan merasa kagum pada aya yang bapak ini lakukan. Jika anda bertanya, “Pak saya mau beli es cincaunya…” anda akan dijawab oleh bapak penjual tersebut bukan dengan bahasa Indonesia namuan menggunakan bahasa Inggris!

 




Pak Nanag biasa orang memanggilnya, ia berjualan es cincau kelapa muda di sisi jalan Pajajaran ini ternyata mahir berbahasa Inggris. Sungguh hal yang jarang terjadi dan sangat luar biasa apalagi ia juga mampu berbahasa Jerman dan sesekali memamerkannya pada pembeli barang dagangannya.

 

Beberapa waktu lalu demi membuktikan hal tersebut Tribun Jakarta mendatangi tempat biasa pak Nanang berjualan. Benar saja, rekan-rekan tribun langsung dibuat takjub dengan jawaban dari pak Nanang yang dalam bahasa Inggris menjawab setiap pertanyaan mereka, bahkan dengan cepat, fasih dan lugas.

 

Hal ini tentu membuat banyak orang penasaran, dari aman kemampuan tersebut pak Nanang dapatkan? Apakah ia keturunan orang bule? Rasanya tidak menginga tampilan fisik beliau, bukan bermaksud rasis namun beliau benar-benar berperawakan orang Indonesia asli.

 

Ternyata kemampuan tersebut ia dapatkan dari kegemarannya membaca buku-buku luar tanpa terjemahan. Ada beberapa buku terkenal yang ia gemari. “Saya suka membaca, buku yang paling saya suka itu Das Kapital karya Karl Marx dan buku tentang Politik Lebensraum,” ucap Nanang.

 

Pak Nanang memiliki keyakinan bahwa dengan banyak membaca, dirinya dapat membuka jendela pengetahuan.

 

“Knowledge is power (pengetahuan adalah kekuatan),” tegas Nanang.

 

Sebelum berjualan es cincau pak Nanang yang lulusan Sekolah Menengah Kejuruan ini pernah bekerja di bengkel pada 1995 hingga 1997. Lalu ia membuka usaha bisnis las karbit. Namun usaha tersebut harus ia tutup karena kehabisan modal pada 2005.

 

Pak Nanang juga pernah menjadi pemandu wisata di sebuah perusahaan travel pada 2005 hingga 2010. Dan sejak 2012 pak Nanag memilih menjadi pedagang es cincau di jalan Pajajaran, di Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor.

 

“Saya cuma tamatan SMK, namun saya mau belajar dan mempraktikannya sambil berjualan Es Cincau Kelapa Muda,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.