Indonesia Masih Alami El Nino Walau Sudah Sering Hujan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Medan diguyur hujan.
Medan diguyur hujan.

Indonesia ternyata sedang mengalami kondisi El Nino, hal ini dungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Mulyono Prabowo. Akibatnya Indonesia mengalami kekeringan panjang.

 




Namun, efek El Nino tidak diketahui karena tertutupi oleh hujan sehingga dampaknya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat.  “Kondisi El Nino ini masih akan berlangsung hingga bulan Maret dan April 2016 kalau dilihat dari sisi kejadiannya. Saat ini sebetulnya masih merupakan puncak El Nino tapi ketutup hujan dan terlihat seolah-olah El Nino sudah tidak ada,” ujar Mulyono.

 

Sedangkan Indonesia merupakan negara dengan wilayah perairan sebesar 70 persen sehingga musim di Indonesia sendiri tidak serempak. Untuk wilayah Indonesia Timur saat ini kondisi perairannya sedang basah sehingga menyebabkan seringnya hujan. Sementara itu, wilayah Indonesia Barat baru akan mengalami musim penghujan di akhir tahun dan memasuki awal tahun.

 




El Nino sendiri merupakan uatu gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut (sea surface temperature-SST) di samudra Pasifik sekitar equator (equatorial pacific) khususnya di bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru). Karena lautan dan atmosfer adalah dua sistem yang saling terhubung, maka penyimpangan kondisi laut ini menyebabkan terjadinya penyimpangan pada kondisi atmosfer yang pada akhirnya berakibat pada terjadinya penyimpangan iklim.

 

Dalam kondisi iklim normal, suhu permukaan laut di sekitar Indonesia (pasifik equator bagian barat) umumnya hangat dan karenanya proses penguapan mudah terjadi dan awan-awan hujan mudah terbentuk. Namun ketika fenomena el-nino terjadi, saat suhu permukaan laut di pasifik equator bagian tengah dan timur menghangat, justru perairan sekitar Indonesia umumnya mengalami penurunan suhu (menyimpang dari biasanya). Akibatnya, terjadi perubahan pada peredaran masa udara yang berdampak pada berkurangnya pembentukan awan-awan hujan di Indonesia.

 

Fenomena el-nino diamati dengan menganalisis data-data atmosfer dan kelautan yang terekam melalui weather buoy yaitu suatu alat perekam data atmosfer dan lautan yang bekerja otomatis dan ditempatkan di samudra. Di samudra pasifik, setidaknya saat ini terpasang lebih dari 50 buah buoy yang dipasang oleh lembaga penelitian atmosfer dan kelautan Amerika (National Oceanic and Atmospheric Administration-NOAA) sejak 1980-an. Dengan alat-alat inilah kita mendapatkan data suhu permukaan laut sehingga bisa melakukan pemantauan terhadap kemunculan fenomena el-nino.

Leave a Reply

Your email address will not be published.