Banjir Jeddah, Korban Tewas Saat Ini 8 Orang

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Banjir Jeddah tewaskan 8 orang.
Banjir Jeddah tewaskan 8 orang.

Jeddah, Saudi Arabia diguyur hujan deras dalam waktu berjam-jam mengakibatkan banjirpun menggenangi kawasan ini. Jeddah merupakan kota yang jarang sekali dihujani maka ketika hujan datang banyak orang keluar rumah lalu turun ke jalan untuk menyaksikannya sendiri secara langsung.

 




Belakangan ini cuaca buruk dialami hampir di seluruh wilayah Arab Saudi barat. Bahkan menteri pendidikan mengeluarkan perintah agar sekolah-sekolah di kawasan sekitar laut Merah untuk ditutup sementara waktu.

 

Hujan deras terakhir kali terjadi pada 2011 lalu, setahun setelah banjir maut yang menewaskan sekitar 120 orang. Jeddah merupakan kawasan beriklim kering, namun bisa menjadi lembab pada musim panas. Bila musim dingin tiba, maka kaadaan akan lebih nyaman bagi penduduk.

 




Dilansir dari Al Arabiya News, pusat managemen krisis dan bencana Saudi Arabia mengimbau para penduduk untuk tetap berada di dalam gedung. Otoritas memperingatkan penduduk Makkah juga untuk tetap di dalam rumah karena kombinasi hujan deras dan angin kencang. Foto-foto di Twitter soal banjir ini sudah banyak beredar.

 

Kondisi sampai sekarang telah dilaporkan sebanyak 8 orang korban tewas akibat banjir. Akibat hujan deras sejumlah jalan dan jembatan layang digenangi banjir, pohon tumbang, dan korsleting listrik.

 

dua korban diataranya tewas akibat tersengat listrik saat mengganti lampu di sebuah jalan yang tergenang banjir. Dua lainnya akibat terluka ketika menerjang banjir.

 

“Di kawasan Hail, jasad seorang anak berhasil dievakuasi dari Wadi Bida bin Khalaf,” ujar juru bicara Kementerian Pertahanan, Nafi Al-Harbi. Dia mengatakan tak lama setelah jasad tersebut ditemukan, tim penyelamat masih mencari keberadaan dua anak berusia sembilan dan 12 tahun yang dikabarkan hilang di kawasan lembah tersebut.

 

Sementara itu di wilayah Yanbu, Kementerian Pertahanan menemukamn lima jasad warga, diantaranya dua orang anak di kawasan banjir di desa Al-Bathna. Pencarian satu orang warga juga dilakukan di kawasan Wadi Al-Jafr, 40 kilometer dari Madinah.

 

Tak hanya mengganggu aktivitas warga, banjir juga membuat jadwal penerbangan domestik di bandara King AbdulAziz harus mengalami penundaan. Sementara itu satu penerbangan internasional harus dialihkan ke Madinah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.