Intan Gadis Berhati Mutiara Rela Bermandi Keringat di Hutan Kalimantan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




intan-1

Sosok Intan telah menunjukkan kalau gadis cantik masa kini bisa diandalkan, penuh keberanian serta kerelaannya berkorban telah menyita perhatian di tengah kerumunan para pria yang penuh peluh karena dia satu-satunya perempuan. Intan jika dibandingkan dengan gadis seumurannya bisa saja menghabiskan waktu duduk di café sambil main gadget, spa, salon, shoping ke mall, ternyata lebih memilih rela terbang ribuan kilometer dari zona aman berpisah dengan keluarganya, bermandi keringat membangun sumur bor di tengah hutan Kalimantan.




Intan Syafrini Fazrianti seorang gadis berusia 19 tahun, telah menjadi hero ditengah-tengah hutan Kalimantan beserta personel TNI serta relawan. Walau masih muda gadis ini memiliki kepedulian dengan bencana kebakaran hutan di Kalimantan yang telah mengganggu beberapa wilayah di Indonesia. Gadis asal Bogor ini nekat datang jauh-jauh untuk memadamkan api di lahan gambut di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

intan-3
Keinginan Intan untuk menjadi relawan muncul ketika membaca pemberitaan media massa tentang maraknya kebakaran hutan dan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan. Intan sempat searching di internet mencari tahu kelompok relawan yang akan berangkat ke Kalimantan. Tidak sengaja ternyata ada teman yang sudah berangkat. Namun Intan sampai nangis minta izin sebab orangtua tidak memberikan izin kepada Intan. Intan akhirnya berangkat sendirian dari tempat kos dan hanya adik yang tahu, “Ini sesuatu yang nggak pantas ditiru sebenarnya,” jelas anak pertama dari 2 bersaudara ini. Setiba di Bandara Soekarno-Hatta ada 4 relawan laki-laki lagi yang bergabung dengan Intan dan tak ada yang dikenalnya. Mereka mendarat di Banjarmasin (Kalimantan Selatan) dan bukan di Palangkaraya (Kalimantan Tengah) karena udara di Kalsel masih bersih.

Intan bergabung dengan laskar Sekolah Relawan yang dipimpin oleh Mas Gaw Bayu Gawtama, gadis ini menghabiskan waktunya keluyuran ditengah hutan Kalimantan untuk belajar cara membuat sumur bor dan memadamkan api. Tidak hanya parasnya yang cantik, Intan juga memiliki hati yang indah ibarat batu permata, Intan mengesampingkan kesehatannya sendiri, gadis cantik ini memiliki penyakit gangguan pernapasan, tidak menyurutkan hasratnya untuk membantu pemadaman api di lahan gambut hutan Kalimantan.

intan-2
Komunitas relawan ini bertekad membangun 100 titik sumur bor di kawasan hutan Tumbang Nusa, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah yang sedang dilanda kebakaran. Caranya dengan menancapkan pipa besi berukuran 1 inci,  kedalaman pipa bisa mencapai 30 meter untuk membuat sumur bor. Pipa besi akan dihentikan ketika pipa telah menembus lapisan pasir kasar. Lapisan pasir kasar merupakan indikator lapisan yang banyak mengandung air.




Tersebarnya foto kegiatan Intan di media sosial mengundang banyak perhatian, bahkan sudah ribuan di-share dan like. Tidak sedikit juga Netizen yang berkomentar positif “Dialah Wanita Indonesia, yang berani membuat perubahan yang baik,”dan ada juga yang berkomentar negatif “Cewek edan… enak2 dirumah aja.. malah datang ke negeri berasap.. tau kan rasa gatalnya kena air gambut… nikmatilah…”. Bagi kebanyakan Netizen Intan adalah sosok gadis yang cantik luar dalam.

Intan yang terdaftar sebagai mahasiswi semester 3 Politeknik Media Kreatif, Jakarta, telah berhasil mengalahkan rasa ego dan cuek dalam dirinya. Sepulang dari Kalimantan kembali ke Jakarta dalam akun facebooknya Intan berkomentar:

“It was the best experienced ever”.

“I found the meaning of humanity, Life and Societ”.

intan-6
Keberadaan Intan di tengah hutan Kalimantan telah membuka mata dan hati kita, ternyata masih ada anak muda, terkhususnya perempuan punya kepedulian yang tinggi dan rela meninggalkan kesenangan untuk bergabung menjadi relawan. Ini bukanlah keputusan mudah dan gampang untuk pergi ke tengah hutan belantara Kalimantan yang sedang terbakar. Intan Syafrini seperti mutiara cantik yang terpendam.

intan-7
Terima kasih buat Intan Syafrini Fazrianti atas dedikasi dan keberanianmu dalam mengabdi menjadi relawan pejuang asap.

Leave a Reply

Your email address will not be published.