Rakyat Suriah : ‘Thumbs Down’ Untuk Aksi Teror di Paris

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Rakyat Suriah acungkan jempol ke arah bawah atas aksi teror di Paris.
Rakyat Suriah acungkan jempol ke arah bawah atas aksi teror di Paris.

Jumat lalu  (13/11), Paris, Perancis mengalami penyerangan oleh sekelompok orang bersenjata. Laporan terakhir terdapat 253 korban tewas akibat penyerangan tersebut. Tragedi tersebut diumumkan sebaga tindakan terorisme. Dan Islamic State Iraq and Syria (ISIS) menjadi kelompok yang ditunjuk paling bertanggung jawab dalam tragedi tersebut.

Rakyat Suriah mempertanyakan aksi pemabntaian tersebut sebagai aksi teror melalui The Syrian Revolution. Pasalnya, selama peperangan yang terjadi di Suriah, sudah banyak korban jatuh bahkan jumlahnya ribuan orang sehingga mengakibatkan terjadinya gelombang pengungsi manusia dari Suriah menuju Eropa.




Usai kejadian di Paris, The Syrian Revolution langsung memasang spanduk bertuliskan “Pembunuhan rakyat sipil di Paris adalah terorisme, tapi bagaimana dengan pembunuhan rakyat sipil di Suriah oleh Assad dan Rusia?”

Foto ini diposting oleh Abdullateef Khaled di akun Facebooknya dengan judul : Why doesn’t the globe answer this question?? This is what the Syrian people & the oppressed children want to know???

atau :

Mengapa dunia tidak mau menjawab pertanyaan ini? Ini adalah apa yang rakyat Suriah & anak-anak tertindas ingin tahu?”




sambil memegang spanduk tersebut kelompok dari warga Suriah itu mengacungkan jempol mereka ke arah bawah. Ini mengartikan bahwa mereka sama sekali tidak memberikan simpati pada aksi yang terjadi di Paris, Perancis.

Sebelumnya, publik Paris digemparkan oleh beberapa serangan aksi teror yang tak hanya menyerang pada satu daerah saja. Sejumlah daerah mengalami aksi teror yang membuat rakyat Paris merasa terancam. Beberapa ledakan dan aksi tembak-menembak juga terjadi di daerah lain Paris.

Dilansir dari BMF TV, terjadi dua ledakan di dekat stadion di mana pertandingan sepak bola antara Prancis dan Jerman sedang berlangsung. Sementara itu Presiden Francois Holande ternyata sedang berada di stadion tersebut guna menonton pertandingan tersebut dan memberikan dukungan bagi negaranya. Akibatnya, pasukan pengaman presiden langsung membawa beliau ke tempat yang aman.

Tak hanya di stadion saja, serangan terjadi di sebuah restoran dan tempat konser  Bataclan. Untuk tempat konser Bataclan sendiri terjadi beberapa ledakan. Terdapat seratusan orang yang masih disandera pelaku di wilayah konser tersebut. Saat ini dilaporkan sekitar 153 orang menjadi korban tewas di tragedi yang menimpa Paris, Perancis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.