Program Kerja REDI Nilai 8


Medan, Jelasberita.com | Komunitas Turun Tangan Medan memberondong pertanyaan kritis ke pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, nomor urut 2, Ramadhan Pohan dan Eddie Kusuma (REDI) pada acara #MedanMengadili yang diselenggarakan Komunitas Turun Tangan Medan di Warkop Medan, Jalan Cik Ditiro, Sabtu malam (14/11).

Namun pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, nomor urut 1, Dzulmi Eldin dan Ahyar Nasution tidak bersedia hadir. Walau demikian, acara mendengar paparan visi dan misi serta program kerja Wali Kota Medan tersebut tetap berjalan.




“Ada bukti otentiknya, kami sudah memberikan undangan ke Paslon nomor 1. Surat bukti sudah kami foto. Beberapa minggu lalu kami ke posko pemenangannya dan timsesnya mengatakan akan hadir. Dan 2 hari yang lalu. Tim turun tangan sudah briefing dengan timsesnya bahwa mereka memastikan akan hadir pada hari ini. Tapi tadi 3 jam sebelum acara tepatnya pada jam 4 sore. Saya di telefon tim sukses. Bahwa Eldin dan Ahyar tidak hadir pada acara ini,” jelas Ketua Panitia, Kurnia.




Menurutnya, gerakan turun tangan adalah gerakan yang tidak bisa dibeli oleh salah satu calon wali kota Medan. Dan acara tersebut dilakukan untuk mengetes keberanian calon pemimpin untuk diuji di depan publik. “Kami tidak ada niat untuk mengadakan kegiatan sebagai jebakan kepada kalian yang kami undang. Tujuan kegiatan ini karena kami ingin pemimpin yang berani diuji. Bukan cuma diuji panelis dan kalangan elit. Tapi diuji oleh anak kreatif Medan seperti kita semua,” tegas Kurnia di halaman Warkop Medan.




Sebelum diberondong pertanyaan dari anak muda yang hadir pada acara tersebut. Acara yang disebut sebagai sidang untuk mengadili calon Wali Kota Medan tersebut mempersilahkan Paslon Walkot nomor urut 2, REDI untuk memaparkan visi dan misi.

Halaman Selanjutnya

Halaman: 1 2 3 4 5




 




Leave a Reply

Your email address will not be published.