Paspor Suriah Ini Bukan Milik Pelaku Tapi Milik Pengungsi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Kepolisian melakukan penjagaan di wilayah sekitaran kota Paris, Perancis.
Kepolisian melakukan penjagaan di wilayah sekitaran kota Paris, Perancis.

Beberapa waktu lalu beredar foto ditemukannya paspor Suriah di dekat salah satu pelaku penyerangan di Paris, Prancis. Foto tersebut tentu menjadi praduga yang menyesatkan sebab semua orang mengira bahwa para pelaku teror berasal dari Suriah.

 




Menteri Yunani, Nikos Toskas langsung angkat bicara terhadap foto tersebut. Ia mengatakan bahwa paspor yang ditemukan di dekat salah satu pelaku penyerangan bukanlah milik pelaku namun milik salah satu pengungsi Suriah yang berada di sana dan terdaftar sejak Oktober lalu.

 

“Pemegang paspor melalui Pulau Leros tanggal 3 Oktober 2015. Dia sudah diidentifikasi sesuai dengan aturan Uni Eropa,” ujar Nikos Toskas dalam sebuah pernyataan dilansir melalui Reuters, Sabtu 14/11/2015 waktu setempat.

 




Berdasarkan keterangan kepolisian, data-data yang ada di dalam paspor menunjukan bahwa pemilik paspor adalah seorang pemuda yang telah tiba di Leros bersama 69 pengungsi lainnya. Kesemuanya sudah diambil sidik jarinya oleh otoritas setempat. Namun kepolisian tidak bersedia menyebutkan siapa nama pemilik paspor tersebut.

 

Namun Nikos tidak tahu apakah paspor milik pengungsi diperiksa oleh negara-negara lain yang kemungkinan dilewati saat menuju Perancis. Pihak berwenang Perancis sebelumnya telah memutuskan dan meminta negara-negara lain di Eropa untuk memeriksa seluruh paspor pengungsi termasuk Yunani.

 

Sebelumnya paspor seorang warga Suriah telah ditemukan di dekat seorang pelaku penyerangan di Paris, Perancis. Lokasi penemuan paspor tersebut menurut sebuah sumber yang dekat dengan tim investigasi yaitu di daerah gedung Bataclan.

 

Gedung Bataclan merupakan gedung konser yang saat penyerangan sedang melakukan persiapan untuk acara konser sebuah band metal asal Perancis, Paris. Di gedung tersebut sempat terjadi penyanderaan terhadap warga oleh pelaku penyerangan, dan sedikitnya terdapat 112 korban tewas dari total 153 korban tewas dari seluruh penyerangan yang terjadi di Paris, Perancis.

 

Menurut keterangan salah satu saksi yang berada di gedung Bataclan, pelaku penyerangan saat itu masuk ke area konser sambil membawa senjata otomatis dan menembaki ke arah penonton tanpa henti selama 10 hingga 15 menit.

Leave a Reply

Your email address will not be published.