Paris Masih Menetapkan Siaga Darurat dan Tutup Perbatasan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Seorang polisi membawa senjata sedang patroli di jalanan kota Paris.
Seorang polisi membawa senjata sedang patroli di jalanan kota Paris.

Jumat Malam 13/11/2015 wilayah Paris, terjadi serangan teror di sejumlah daerah di Paris. Sekelompok orang melakukan penembakan secara membabi buta dan menewaskan seratusan orang di Paris, Perancis.

Aksi ini membuat publik Paris was-was dan ketakutan. Sejauh ini dilaporkan paling sedikit ada 140 orang korban tewas dari aksi teror tersebut. Dan sampai saat ini masih ada sekitar lebih dari seratus orang disandera oleh pelaku penyerangan di gedung konser Bataclan.




Presiden Prancis, Hollande yang sempat menjadi salah satu korban penyerangan yang terjadi di stadion menggelar rapat kabinet secara mendadak menanggapi aksi ini. Keputudan yang diambil adalah Prancis dalam keadaan darurat dan segera menutup perbatasan.

Selain itu, Hollande memastikan bahwa operasi untuk menyelamatkan sandera sudah dilakukan jajaran kepolisian. Ia pun meminta agar semua pihak tenang.

Dari 7 lokasi serangan, di sejumlah restoran dilakukan dengan penembakan. Khusus dekat stadion sepakbola, serangan dilakukan dengan bom bunuh diri. Dua ledakan sedikitnya terdengar di sana dan membuat tiga orang tewas.

Para sopir taksi dilaporkan AFP sibuk mengevakuasi sejumlah orang di Paris. Mereka tak mengenakan biaya atas angkutan ini.




Kementerian luar negeri untuk Perancis sempat dimintai keterangan dan menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangan tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI & BHI) Kemlu Lalu M Iqbal.

“Info sementara terkait insiden Paris yang kami terima dari wakil dubes di Paris. Sejauh ini tidak ada laporan korban WNI,” kata Iqbal.

“Meski ada beberapa WNI berada di sekitar lokasi kejadian karena menonton pertandingan bola Jerman vs Prancis,” lanjutnya.

Sebelumnya, sekitar 100 orang disandera di lokasi konsert Bataclan, Paris, Prancis. Saat itu mereka sedang menonton band Eagles of Death Metal.

Suasana yang santai berubah jadi mencekam seketika saat datang gerombolan bersenjata. Akibat aksi teror ini, Presiden Hollande sudah menyatakan seluruh wilayah Prancis dalam keadaan siaga darurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.