Paris Genting Akibat Serangan Teror di Sejumlah Daerah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Sejumlah pengunjung dirawat oleh pemadam kebakaran di sekitar stadion.




Sejumlah pengunjung dirawat oleh pemadam kebakaran di sekitar stadion.

Publik Paris digemparkan oleh beberapa serangan aksi teror yang tak hanya menyerang pada satu daerah saja. Sejumlah daerah mengalami aksi teror yang membuat rakyat Paris merasa terancam. Beberapa ledakan dan aksi tembak-menembak juga terjadi di daerah lain Paris.

 

Dilansir dari BMF TV, terjadi dua ledakan di dekat stadion di mana pertandingan sepak bola antara Prancis dan Jerman sedang berlangsung. Sementara itu Presiden Francois Holande ternyata sedang berada di stadion tersebut guna menonton pertandingan tersebut dan memberikan dukungan bagi negaranya. Akibatnya, pasukan pengaman presiden langsung membawa beliau ke tempat yang aman.

 




Tak hanya di stadion saja, serangan terjadi di sebuah restoran dan tempat konser  Bataclan. Untuk tempat konser Bataclan sendiri terjadi beberapa ledakan. Terdapat seratusan orang yang masih disandera pelaku di wilayah konser tersebut.

 

Sementara itu dari laporan Reuters, seorang jurnalis radio dari Europe1 termasuk salah satu orang yang disandera di gedung konser. Jurnalis bernama Julien Pierce itu berada di lokasi saat penembakan terjadi.
Dalam sebuah laporan, Pierce menyebut beberapa pelaku masih sangat muda. Mereka tidak mengenakan masker dan memasuki aula dengan senjata otomatis saat konser hendak berlangsung.

 

Pierce mengatakan bahwa kelompok tersebut menembaki ke arah penonton secara membabi buta. Aksi penembakan tersebut berlangsung hingga sekitar 12 menit sampat 15 menit.

 

Jurnalis tersebut segera menyelamatkan diri melalui pintu darurat. Setidaknya ada lebih dari sepuluh mayat berada di sekitar pintu darurat tersebut.

 

Dilaporkan Guardian, salah seorang saksi bernama Marc Coupris (57) mengatakan, suasana di dalam gedung seperti medan perang. Ada darah di mana-mana dan mayat di mana-mana.

 

“Saya berada di sisi yang jauh saat penembakan dimulai. Sepertinya ada dua pria bersenjata. Mereka menembak dari balkon. Semua orang akhirnya berjatuhan ke lantai,” cerita Coupris.

 

“Awalnya kami semua terdiam. Namun tidak tahu harus sampai berapa lama. Saya sempat berpikir inilah akhir hidup saya. Saya sangat ketakutan. Kami semua berpikir sama. Lalu polisi datang dan menyuruh kami lari,” ceritanya.

 

Dia datang dari Inggris bersama 15 temannya untuk menonton konser band asal AS Eagles of Death Metal. Saksi lain, Jérome Boucer, menyebut suasana di dalam gedung seperti film. Sangat menakutkan, banyak mayat. “Saya tak bisa cerita banyak soal itu,” imbuhnya.

 

Sejauh ini ada 140 orang korban tewas yang dilaporkan dari berbagai tempat penyerangan di kota Paris. Saat ini polisi sedang berusaha menyelamatkan seratudan orang yang masih jadi sandera di dalam gedung konser Bataclan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.