Kelompok Penyerangan Salahkan Presiden Paris Hollande

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Pemadam kebakaran membantu para korban penembakan di gedung konser Bataclan.
Pemadam kebakaran membantu para korban penembakan di gedung konser Bataclan.

Suriah masuk dalam teriakan-teriakan orang-orang dalam kelompok yang melakukan penyerangan di gedung konser Bataclan, Paris, Perancis dan juga menyebutkan soal operasi militer Prancis. Salah satu saksi menyebutkan Presiden Hollande sebagai salah satu alasan terjadinya penyerangan ini.

“Saya jelas mendengar mereka berkata ‘Ini salah Hollande, ini salah presiden Anda, dia tidak seharusnya mengintervensi Suriah’, Mereka juga berbicara soal Irak,” tutur presenter radio setempat, Pierre Janaszak yang ada di dalam gedung saat penembakan terjadi, seperti dilansir AFP, Sabtu (14/11/2015).




Saat itu posisi balkonlah di mana Janaszak duduk bersama saudara perempuan dan beberapa temannya untuk menonton konser band rock asal Amerika Serikat, Eagles of Death Metal di gedung itu. Lalu terdengar suara tembakan dari arah bawah, peristwa itu terjadi sekitar 1 jam sebelum konser di mulai.

“Awalnya, saya pikir ini bagian dari acara tapi kami segera menyadari apa yang terjadi. Mereka ada tiga orang dan mereka menembaki kerumunan orang. Mereka membawa senjata besar, saya pikir Kalashnikov, suaranya keras sekali. Mereka tidak berhenti menembak,” imbuhnya.

“Ada lautan darah di mana-mana, mayat di mana-mana. Kami mendengar teriakan. Semua orang berusaha menyelamatkan diri,” ungkap Janaszak.

Janaszak mendengar para pelaku berbicara kepada para sandera, ketika itulah ia mendengar Presiden Hollande disebut oleh mereka. Ia juga menyaksikan sendiri ada sekitar 20 orang disandera para pelaku di dalam gedung.




Janaszak bersembunyi di dalam toilet bersama beberapa orang lainnya hingga merasa situasi aman dan berusaha untuk lari keluar dari gedung. Namun ia tak menjelaskan bagaimana cara ia keluar hingga tak diketahui oleh para pelaku.

Memang, bersama AS dan koalisinya, Prancis melancarkan serangan udara terhadap militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah sejak setahun lalu. Belum ada pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini, namun kecurigaan mengarah pada ISIS. Beberapa pendukung ISIS di media sosial merayakan serangan teror di Paris ini dengan tagar ‘Paris Terbakar’. Semoga Paris segera kembali aman dari keadaan yang mengecam ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.