Aksa 7 : Film Dokumenter Meraih 7 Summit Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Foto dokumen Aksa 7
Foto dokumen Aksa 7

Bisa mendaki 7 puncak tertinggi Indonesia memang menjadi mimpi banyak traveler, tidak terkecuali sekelompok anak muda keren yang tergabung dalam espedisi Aksa 7. Mereka pun tengah membuat film dokumenter tentang 7 Summit Indonesia.

Mendaki gunung memang mengajarkan banyak nilai hidup, terlebih pendakian akan 7 puncak tertinggi Indonesia. Berawal dari teman kampus yang menggeluti sinematografi dan hobi yang sama, tujuh anak muda berinisiatif untuk mendokumentasikan 7 Summit Indonesia melalui film dokumenter berjudul Aksa 7.




Ekspedisi Aksa 7 pertama kali dicetuskan oleh salah satu anggota, Anggi Frisca (31) pada bulan April tahun 2014 dan dieksekusi pada 28 November 2014. Anggi pun didukung oleh Rivan Hanggarai (27), Yohanes Christian Pattiasia (25), Jogie Kresna Muda Nadeak (26), Wihana Erlangga (31), Teguh Rahmadi (31) dan Phio (31).

Foto dokumen Aksa 7
Foto dokumen Aksa 7

“Ekspedisi Aksa 7 ini sebenernya berangkat dari semangat independen. Kebetulan kita temen – teman memang satu kampus yang sama, memang pekerjaannya sama – sama film maker, terus punya hobi yang sama, jadi tercetus ide yang sama,” ujar salah satu anggota Aksa 7, Rivan Hanggarai pada sebuah sesi wawancara oleh media online.
Ekspedisi Aksa 7 menceritakan tujuh orang berbeda yang melakukan proses pendakian di tujuh puncak gunung yang terdapat di tujuh pulau terbesar Indonesia. Hingga saat ini mereka telah mendaki lima dari tujuh puncak gunung di Indonesia.

 

Sedangkan secara arti, kata aksa memiliki arti mata. Layaknya mata yang melihat hal yang tampak maupun yang dapat dirasakan, serta melangkah dengan mata kaki. Moto utama ekspedisi Aksa 7 yang selalu dituangkan dalam setiap film dokumenternya.




 

Bagi Rivan, pendakian dan pembuatan film dokumenter Aksa 7 tentang 7 puncak tertinggi Indonesia lebih dari sekedar menaklukkan diri sendiri dan mengenalkan kekayaan tanah air, namun lebih seperti perjalanan spiritual.

“Sebenarnya, tujuannya ini adalah seperti spiritual journey. Kita yang notabene orang – orang kota, lalu yang tiba – tiba keluar dari zona nyaman kita, melihat sisi kehidupan di daerah yang benar – benar beda,” cerita Rivan.

Gunung pertama yang mereka daki adalah Gunung Kerinci di Jambi, Semeru di Jawa Timur, Rinjani di Lombok, Bukit Raya di Kalimantan, dan Gunung Latimojong di Sulawesi. Hanya kurang Gunung Binaiya di Maluku dan Carstensz Pyramid di Papua.

“Kita punya tema, aksa itu sendiri artinya mata, melihat dengan mata, merasakan dengan mata hati, dan bergerak dengan mata kaki, moto kita seperti itu,” terang Rivan.

Dalam setiap pendakiannya, mereka juga mengajak satu tamu spesial. Salah satunya adalah petualang cantik Medina Kamil yang juga sempat menjadi host dari acara Jejak Petualang di Trans 7. Rencananya mereka juga akan mengajak mantan Putri Indonesia, Nadine Chandrawinata untuk ikut serta dalam pendakian ke Carstensz!

Foto dokumen Aksa 7
Foto dokumen Aksa 7

Dalam proses pendakian dan pembuatan film dokumenter Aksa 7, Rivan juga memiliki cerita yang tidak terlupakan. Ia pernah melakukan summit attack di Gunung Kerinci sebanyak dua kali karena lupa mengibarkan bendera perah putih pada pendakian pertama.

“Jadi di Gunung Kerinci kita dua kali summit. Karena kita punya konsep, gimana caranya di setiap puncak kita punya shoot bendera merah putih yang berkibar. Permasalahannya pas pertama kali muncak, di atas gak ada kayu. Jadi emang cuaca ekstrem juga, mungkin karena dingin, lupa,” kenang Rivan.

Saat summit ke Gunung Kerici untuk yang kedua kalinya, Iwan yang membawa dan mengikat bendera merah putih di monopodnya sempat merasa berat saat hampir mencapai puncak. Saat itu Iwan pun sadar, bahwa salah satu keinginannya adalah untuk berbuat sesuatu untuk Indonesia. Salah satunya melalui pembuatan film ekespedisi Aksa 7 di 7 puncak tertinggi Indonesia.

“Balik lagi ke moto awal, hidup adalah perjalanan, lakukan perjalanan untuk kehidupan,” tutup Rivan.

 

Apabila Anda tertarik untuk mengetahui perkembangan dari ekspedisi Aksa 7, bisa mengikuti perkembangannya di laman Facebook Aksa 7 ARTSpedition, Twitter di @Aksa7Art, akun Instagram @aksa7art, serta channel Youtube mereka.

Mereka pun juga menerima donasi dengan menjual baju, gelang, hingga gantungan kunci Aksa 7 yang dijual melalui akun Instagram @warriorsaksa7.

Jika penasaran, berikut adalah teaser film Aksa 7 yang sudah diunggah di Youtube:

https://www.youtube.com/watch?v=DBuADKelXbk

Leave a Reply

Your email address will not be published.