Rommel Dibuang Ayahnya, Satu-satunya Teman Hanya Ini

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Rommel hanya memiliki Badgi sebagai temannya.
Rommel hanya memiliki Badgi sebagai temannya.

Rommel Quiminales masih berusia 11 tahun namun hidupnya sungguh mengenaskan. Anak kecil yang selalu berada di jalanan Manila, Filipina ini hidup dengan cara mengemis pada orang-orang yang lalu lalang di jalan tersebut.

 




Rommel ditinggalkan ibunya sejak berusia balita, dan tidak pernah kembali lagi. Ayahnya bekerja di tempat yang jauh dan meninggalkannya demi keluarga baru yang ia dapatkan di sana. Hal itu membuat Rommel menjadi yatim piatu. Sebenarnya Rommel memiliki kakak perempuan dan bekerja di sebuah pabrik dengan penghasilan yang bisa dibilang sedikit sekali.

rommel-and-bagdi

Sedangkan pacar kakaknya, kerjanya hanya mabuk-mabukkan. Anak ini juga memiliki kakak laki-laki seorang pecandu narkoba, sementara 3 orang saudaranya yang lain diadopsi oleh orang lain meninggalkan Rommel bersama kedua kakaknya.

 




Anak yangdibuang oleh kedua orang tuanya ini lebih memilih hidup di jalanan. Bersama adiknya ia menyusuri jalan dan mengemis, suatu ketika Rommel terpisah dengan adiknya hingga membuat ia menjadi sendirian. Saat itu ia berusia 10 tahun, hanya berani pulang saat mendapatkan uang hasil mengemis. Ketika itulah ia bertemu Badgi. Seekor anjing liar yang menjadi sahabat Rommel hingga kini.

rommel-hug-badgi

Badgi menemani kemanapun Rommel pergi. Ketika Rommel  tidur di emperan tembok ia akan memeluk Badgi. Ketika Rommel diganggu oleh orang jahat, Badgi akan menolongnya. Badgi juga akan bangun saat ada yang mencuri barang milik Rommel ketika ia tertidur.

 

Rommel menjadi anak yang terbiasa hidup di jalanan tanpa orang tua. Ketika Rommel mengemis ia sering sekali menghadapi berbagai bahaya. Bahkan ada polisi yang pernah menangkapnya dan merampas uang miliknya dan kemudian Rommel dilepaskan. Uang hasil rampasan itu digunakan mereka untuk membeli rokok.

rommel_and_badgi_gma_frontrow

Saluran TV Coconut meliput kehidupannya. Rommel berkata kalau ia ingin sekali bersekolah, “Saya sudah membeli buku catatan namun tidak ada uang untuk membayar uang sekolah.”

 

Tetapi masalahnya akhirnya teratasi. Kru TV membelikan seragam sekolah untuknya dan menghubungi kelompok sosial setempat sehingga Rommel bisa bersekolah. Kini Rommel bisa bersekolah dan duduk di kelas 2 SD d FranciscoHomes.

 

Tetapi, kehidupannya sehari-hari masih ia habiskan di jalanan untuk mengemis demi menutupi kebutuhannya sehari-hari. Dia bercita-cita ingin menjadi dokter hewan, dengan begitu ia bisa membantu hewan-hewan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.