Permainan Pecah Piring. Backpacker Medan VS Apheresis & TripleP Medan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Permainan pecah piring yang 'dihidupkan' kembali oleh komunitas anak muda di Medan.
Permainan pecah piring yang ‘dihidupkan’ kembali oleh komunitas anak muda di Medan.

Pernah dengar permainan pecah piring? Permainan tradisional ini pada tahun 90an sering sekali dijadikan permainan anak-anak saat jam istirahat sekolah atau di lingkungan rumahnya.

 




Terdiri dari batu sedikit pipih disusun menyerupai menara yang nantinya akan disebut sebagai ‘piring’. Jumlah batu tidak dipatokkan berapa banyak, yang penting berdiri tinggi menjulang. Dengan berbekal bola kasti, kalau anak Medan menyebutkannya, sebagai alat untuk menembak musuh dan ‘piring’.

 

Banyaknya anak yang ikut tidak dibatasi namun tidak boleh berjumlah ganjil karena akan dibagi dalam dua grup dengan jumlah yang sama. Satu grup sebagai penyerang satunya lagi sebagai grup penyusun batu. Permainan tradisional ini sungguh olah raga secara tak langsung karena kita diharuskan berlari sekencang mungkin demi menghindari lemparan bola oleh grup penyerang.

 




Namun sayang permainan yang sangat menguras tenaga, tawa dan sebagai sarana bersosialiasi ini sudah mulai dilupakan oleh anak-anak jaman sekarang. Sudah banyak anak di tahun 2000an tidak mengetahui abhwa ada permainan yang ebgitu menyenangkan. Mereka lebih memilih bermain dengan gadget mereka dan menghindari berkomunikasi dengan teman-temannya secara langsung.

 

Nah kali ini, komunitas Apheresis dan Triple P Medan memiliki inisiatif untuk menghidupkan kembali permainan ini. Awalnya, anak-anak muda yang berprofesi sebagai relawan sosial ini merasa jenuh karena setiap kali melakukan pertemuan atau meet up hanya diisi dengan berbincang-bincang lalu pulang. Pentolan dari komunitas Apheresis, Wilson Budiyanto, merencanakan untuk menantang komunitas Backpacker Medan dalam permainan ‘Pecah Piring’.

Sebagian peserta permainan Pecah Piring dari Komunitas Backpacker Medan dan Apheresis serta Triple P Medan.
Sebagian peserta permainan Pecah Piring dari Komunitas Backpacker Medan dan Apheresis serta Triple P Medan.

Tantangan ini diterima dengan baik oleh Komunitas Backpacker Medan. Jadilah Kamis Malam lalu (5/11/2015) tempatnya di Lapangan Merdeka Medan pertandingan pun dilaksanakan. Anak-anak muda di usia sekitar 20an ini pun histeris ketika bola memecah ‘piring’ dan berlarian ke sana ke mari menghindari datangnya bola. Dengan lapangan yang luas sementara jumlah mereka yang tidak sampai 20 orang tentu pertandingan menjadi a lot dan sulit.

 

Keceriaan malam itupun berlangsung hingga sekitar satu jam. Pertandingan berakhir karena semua sudah ngos-ngosan dan tak ada lagi tenaga untuk tertawa, apalagi berlari. Pertandingan dimenangkan oleh tim dari Apheresis & Triple P Medan dengan skor 5 – 1.

 

“Nantinya kita akan memainkan permainan lain, next mungkin Gobak Sodor ya, udah lama gak main itu,” Ungkap pentolan dari Apheresis Medan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.