Awasi Penggunaan Ponsel Pada Anak Anda Agar Tidak Begini

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





ilustrasi pengiriman pesan menggunakan ponsel.
ilustrasi pengiriman pesan menggunakan ponsel.

Teknologi semakin berkembang membuat siapa saja seakan tidak bisa lepas dari bantuan teknologi di dalam hidupnya. Perkembangan teknologi ini selain membawa efek positif yang sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari, juga membawa dampak negatif pada yang menggunakannya secara salah.

 




Baik orang dewasa, bahkan anak-anak sekarang sudah menggunakan teknologi smartphone dan terbiasa memiliki ponsel pribadi. dampak negatif ini mulai menyerang anak-anak usia sekolah. Netizen bernama Naftalia Kusumawardhani berbagi kisah yang menimpa anak gadisnya. Suatu hari anak gadisnya yang masih usia sekolah menerima pesan singkat dari temannya, temannya ini terang-terangan meminta dikirimkan foto bugil. Sebagai orang tua tentu ia merasa sangant kaget akan cerita anaknya tersebut.

 

Pengalaman ini ditulis Naftalia di akun facebook miliknya.

Isi sms yang dikirimkan teman anaknya di-screenshot oleh Naftalia.
Isi sms yang dikirimkan teman anaknya di-screenshot oleh Naftalia.

Anak saya cerita kalau teman laki2nya minta foto bugil ke dia. Temennya itu, sebut aja si A, bilang kalau dia disuruh temennya, si B. Kalau A tidak mau, B mengancam akan hack akun emailnya si A. Itu modusnya.




Mintalah si A ini pada anak saya dan ngakunya juga minta pada bbrp anak perempuan lainnya. Tidak puas karena ditolak oleh anak saya, si A (ngakunya disuruh si B) mempersuasi dengan janji tidak akan menyebarkan dan macam2 lagi.

Beruntungnya anak saya mau cerita ke mamanya, meskipun dengan rasa takut dan gemetar. Saya suruh dia lapor ke gurunya untuk ditindaklanjuti. Perbuatan melecehkan ini harus dihentikan. Lagipula saya tidak tahu anak gadis mana saja yang bisa jadi korbannya.

Pengusutan kasus ini masih berjalan oleh pihak sekolah. Semoga ada hasil baik.

Pesan saya ke teman2, para ortu, sering2lah komunikasi dengan anak2 Anda. Hal2 seperti ini rawan terjadi tapi kita bisa mencegah kalau ortu dan anak erat hubungannya. 

 

Info Tambahan :

– Kejadian ini baru saya share hari ini karena sebelumnya saya ingin anak saya berani bertindak dulu dengan lapor ke guru sekolah

– Saya ingin memastikan ada tanggapan positif dari pihak sekolah, dan syukurlah guru-gurunya cepat tanggap

– Butuh waktu untuk meyakinkan anak saya bahwa ini bukan kesalahan dia punya teman seperti itu dan memunculkan keberanian melaporkan ke guru 

– Info dari anak saya sore ini, guru-guru terkait dan si A (dan ortunya) akan datang menemui saya dan anak saya besok di rumah. Mereka ingin minta maaf. Semoga hasilnya baik. 

– Yang penting reaksi kita sebagai ortu. Siapa sih yang nggak kaget, sekalipun saya psikolog sering ketemu kasus ajaib, tapi kalau berkaitan dengan anak sendiri ya pastilah kaget. Tapi lebih utama memperhatikan kebutuhan dan perasaan anak. Dia sendiri sudah takut, terluka (karena merasa terhina) dan marah. Maka kita nggak perlu menambahi dengan kekuatiran dan kekagetan kita. Gampang? Well, lumayan susah sih.. Resepnya minum air putih…hehe..

 – Kasus semacam ini nggak mungkin 0%, tapi kalau para ortu peduli, kita bisa cegah supaya nggak tambah luas dan parah

Semoga bermanfaat

 

Hal-hal seperti ini memang sulit sekali dibendung karena kebebasan penggunaan internet dimiliki oleh siapa saja. Bahkan ‘Predator’ anak-anak tidak bisa kita bedakan dengan netizen biasa. Peran kita sebagai orang tualah yang dibutuhkan di sini. Mengawasi tumbuh kembang anak anda adalah yang paling utama dan memilahkan mana hal positif dan engatif agar mereka dapat membedakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.