Unimed Servis Provider Pendidikan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Servis Provider Pendidikan

Medan, Jelasberita.com | Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, MPd mengatakan pihaknya siap sedia menjadi service provider layanan pendidikan bermutu dengan mengoptimalkan lima hal. Demikian disampaikannya dalam pembukaan pelatihan “TTI Strategic Business Planning Workshop North Sumatera yang digelar di Hotel Arya Duta, Medan, Rabu (11/11).







Kelima hal yang dimaksudkan Syawal adalah, pertama, revitalisasi LPTK. Kedua, fokus pada pengembangan mutu dengan menerapkan pelatihan yang efektif meningkatkan penguasaan materi serta inovasi pembelajaran. Kemudian, penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Lalu, pemberdayaan aset. Terakhir, penguatan jejaring.

Pemberdayaan aset, terangnya, dilakukan dengan mentransfer semua SDM yang diperbantukan ke instansi lain untuk dioptimalkan kembali di Unimed. Aset SDM Unimed yang dimaksud antara lain, empat orang staff yang diperbantukan ke USAID PRIORITAS, satu orang Konsultan (Pendidikan) Nasional, enam orang service provider  PPG (Penataan dan Pemerataan Guru) dan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan), 30 orang fasilitator, 64 dosen telah dilatih USAID PRIORITAS.

Selain itu, sambungnya lagi, model-model pembelajaran serta praktik baik pembelajaran akan dikemas ulang sesuai kebutuhan Unimed. Aset-aset itu kemudian akan diberdayakan untuk membantu kebutuhan internal (berupa pelatihan kepada dosen dan mahasiswa) dan eksternal (berupa penyediaan layanan pendidikan).

Keberlanjutan




Education Governance and Management Advisor atau Penasehat dan Tata Kelola USAID PRIORITAS Jakarta, Mark Howard mengatakan, program USAID PRIORITAS akan berakhir di 2017. Ia berharap program ini bisa diadopsi para LPTK di Indonesia. Keberlanjutan program ini akan sangat menolong peningkatan mutu pendidikan di tanah air.

Lebih jauh ia menyebut, ada peluang dan tantangan setelah program ini berakhir. Peluangnya, antara lain, kini tersedia 450 fasilitator guru di 15 kabupaten/kota yang siap melayani daerah. Kemudian ada banyak sekolah mitra sebagai model sekaligus sumber belajar pembelajaran aktif.

Tantangannya, ada 18 kabupaten/kota yang belum disentuh program ini. Dan 128.000 guru di Sumut belum dilatih Pakem/CTL dan MBS (manajemen berbasis sekolah). Ditambah anggaran negara dalam jumlah besar tidak efektif tersalur jika penataan dan pemerataan guru (PPG) tidak dikerjakan. Dalam hitungan lembaga ini, jika PPG dikerjakan, negara bisa menghemat anggaran sebesar Rp 246 T.

Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS untuk Sumut  Agus Marwan mengatakan, pihaknya terus menggelar workshop dan pelatihan dalam rangka peningkatan keprofesian guru berkelanjutan. Dan tujuan workhop kali ini, mengidentifikasi layanan pendidikan yang bisa disediakan LPTK.

Lalo Hartono Simanjuntak, Kepala Dinas Pendidikan Tobasa menyebut, Pemkab Tobasa mendukung program peningkatan mutu yang dikerjakan USAID PRIORITAS. Sejak menjadi mitra pada 2013, Tobasa telah melatih 325 0rang tenaga kependidikan, melibatkan 24 sekolah mitra (16 SD/MI dan 8 SMP/MTs) dan 2.900 siswa telah menerima manfaat dari program USAID PRIORITAS.

Pada 2014, Tobasa menggelontorkan dana Rp 400 juta untuk upaya peningkatan mutu. Pelatihan MBS dilakukan kepada 67 guru SD dan 140 guru SMP, 24 kepsek SD dan 24 kepsek SMP. Sedang untuk diseminasi program pada 2015, dianggarkan Rp 900 juta dari APBD Tobasa.

Kendati demikian, Tobasa masih harus bekerja keras dalam peningkatan mutu guru. Sebab, terang Lalo, dari 1.981 guru SD yang tersebar di 227 sekolah dan 869 guru SMP di 49 sekolah, baru 24 kepsek dan 67 guru untuk SD yang dilatih MBS dan PAKEM, serta 24 kepsek dan 140 guru SMP yang dilatih. “Masih banyak sekali yang belum dilatih.” katanya.

Begitu juga di Labuhan Batu, ungkap Marisi Situngkir, Sekretaris Dinas Pendidikan Labuhan Batu. Baru 185 guru SMP yang dilatih CTL dan MBS sisanya, 1.254 guru SMP belum pernah dilatih. Tobasa dan Labuhan Batu adalah potret untuk daerah lainnya.(Dewa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.