Terlalu, Suami Istri Ini Biarkan Pembantu Kelaparan Hingga Mati

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Pasangan suami istri yang membiarkan pembantunya mati kelaparan.
Pasangan suami istri yang membiarkan pembantunya mati kelaparan.

Entah apa yang ada dibenak sepasang suami istri asal Malaysia ini hingga tega membiarkan pembantu yang mereka miliki mati perlahan karena kelaparan. Mey Shican adalah nama pembantu tersebut, berasal dari Kamboja.

 




Soh Chew Tong dan istrinya Chin Cui Ling, akhirnya ditangkap polisi atas apa yang mereka perbuat terhadan Mey Shican. Dan kini mereka harus menerima konsekuensi atas perbuatan mereka dengan hukuman mati yang telah diputuskan oleh pengadilan tinggi.

Pasangan yang membiarkan pembantunya mati kelaparan.
Pasangan yang membiarkan pembantunya mati kelaparan.

Pasangan suami istri tersebut terbukti bersalah dengan tidak memberi makan dan pengobatan pada Mey Shichan secara konsisten hingga gadis 24 tahun tersebut menemui ajal dalam keadaan tubuh hanya seberta 26 kilogram, padahal sebelum bekerja dengan Soh Chew Tong berat gadis tersebut 46 Kilogram.

 

Berdasarkan bukti-bukti yang kuat, pengadilan menyimpulkan bahwa pasangan suami istri ini bersalah dan harus dijatuhi hukuman berat karena sudah masuk dalam tindak pembunuhan berencana karena secara konsisten tidak memberi makan Mey Shican dan membiarkannya sakit tanpa memberikan obat-obatan.




 

Awalnya pengadilan yang berada di sekitar wilayah utara Penang tersebut menjatuhi hukuman penjara seumur hidup, namun hakim melakukan perbandingan kembali terhadap hukuman tersebut dan akhirnya memutuskan bahwa hukuman mati bagi keduanya adalah pantas.

Pasangan yang membiarkan pembantunya mati kelaparan.
Pasangan yang membiarkan pembantunya mati kelaparan.

Menurut keterangan Soh Chew Tong berdalih sangat sibuk di usaha yang ia jalankan hingga membuatnya tidak sempat memperhatikan pembantunya tersebut . Parahnya, laporan di Malaysia juga menyebutkan bahwa pasangan bejat ini tidak pernah membayar gaji pembantu malang tersebut sejak ia mulai bekerja untuk pasangan itu selama 2,5 tahun hingga akhirnya tewas secara mengenaskan.

 

Mey Shican tewas akibat menderita grastitis akut dan sejumlah borok ditubuhnya yang disebabkan oleh kelaparan dalam jangka waktu yang lama.

 

Kasus penyiksaan terhadap pembantu ini memang cukup marak terjadi di negeri Malaysia. Biasanya TKI yang bekerja sebagai pembantu asal Indonesialah yang paling banyak mengalami kekejian seperti ini. Indonesia pun sempat menanggapi hal ini dengan membekukan pengiriman tenaga kerja ke Malaysia setelah maraknya kasus penyiksaan yang terjadi.

 

Akibat kasus-kasus seperti ini nama baik Malaysia menjadi tercoreng di mata dunia apalagi ternyata setelah diinvesitgasi korban tidak diberi makan dalam jangka waktu yang lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.